evida's posts with tag: sosial

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sosial
Blog EntryRasisme bangsa sendiriFeb 12, '07 1:58 AM
for everyone

Kalo denger kata rasisme pasti keingetan sama Hitler era NAZI, Mussolini di Itali, atau perbudakan orang kulit hitam jadul banget. Rasisme itu mengacu pada diskriminasi yang dilakukan oleh ras tertentu terhadap ras lainnya yang berbeda (ciee....sok pinter yah!!)

Tapi pernahkan mendengar bahkan mengalami kalau rasisme itu justru dilakukan oleh sesama bangsa sendiri? Saya pernah menonton acara Oprah Winfrey di Metro TV waktu pulkam kemaren (kalo di Kyoto sini mah mana ada acaranya Oprah, palingan juga acara masak2 mulu, huhu...) Nah, acara tersebut menampilkan kasus2 rasisme di AS. Dan ada satu kasus dimana justru ada orang kulit hitam memandang rendah sesama kulit hitam. Katanya orang kulit hitam secara statistik lebih banyak melakukan kejahatan, jadi kalo pilih tukang yang betulin rumahnya mendingan orang kulit putih deh daripada kulit hitam, biar gak bikin khawatir. Padahal yang ngomong gini orang kulit hitam sendiri loh!!!!

Salah satu dosen saya pernah cerita mengenai hal serupa. Ketika perjalanan pulang dari Hongkong untuk kunjungan pendidikan, beliau naik maskapai penerbangan Indonesia dan kebetulan juga bersama para tki (tenaga kerja indonesia) yang pada mau pulkam. Dosen saya marah kepada pramugari maskapai itu karena ternyata mereka melayani tki itu dengan tidak sopan. Ini ditunjukkan dengan memberikan baki makanan dengan kasar seperti setengah melempar dan tanpa senyum. Berbeda sekali ketika pramugari itu melayani penumpang bule atau orang Hongkong aslinya. Dosen saya bilang ke pramugarinya `Koq kalian ini tidak profesional sekali melayani penumpang. Biar tki tapi mereka ini bangsa kamu sendiri dan yang penting mereka itu costumer kamu`.  Hehehe... tajem banget deh sampe akhirnya si pramugari malu sendiri.

Yang paling parah adalah kasus teman saya yang kebetulan menikah dengan orang dari luar negeri. Ketika cek in di sebuah hotel saat berbulan madu, ada seorang pelayan hotel yang menghampirinya lalu bilang begini `hmm mbak, semalem dibayar berapa???`   Hah.... teman saya itu langsung kaget dan menangis ditanya seperti itu. Koq tega yah ada yang ngomong gitu padahal sesama perempuan dan terpenting sesama bangsa sendiri. Alhasil teman saya dan suaminya itu langsung membatalkan untuk menginap di hotel tersebut.

Selain itu, teman saya itu juga punya cerita tentang hal serupa. Ketika dia mau membeli karpet di sebuah toko dan tertarik dengan salah satu produk yang harganya lumayan mahal, si penjual tampaknya tidak merespon dengan baik. Si penjual terlihat agak2 malas untuk meladeni dia. Saat hendak menawar harganya supaya lebih murah, si penjual dengan ketusnya menjawab `kalo mau yang murah pilih karpet yang lain saja`. Heran deh, namanya juga nawar, kalaupun tidak setuju dengan penawarannya yah kasih tau baik2 dan kasih harga yang diinginkan, tidak perlu sewot gini.  Saat teman saya ini bersikeukeuh ingin karpet tersebut, si penjual malah tambah sewot.  Tiba2 suami teman saya yang sebelumnya tidak bersamanya itu datang menghampiri dan bertanya dengan bahasa Inggris karena kebetulan mereka berkomunikasi dengan bahasa ini. Oalah...... tiba2 si penjual sikapnya berubah sembilan puluh derajat, langsung tersenyum manis dan ramah sekali. `Oh Mbak mau karpet yang ini yah, karpet ini memang bagus sekali kualitasnya, silahkan pilih2.`  Whoaaaa..................... aneh tapi nyata  Memang kenapa ya kalo suaminya itu bule?? Koq jadi sok manis gitu penjualnya, hihihi......

Saya sendiri punya pengalaman yang agak mirip. Pas pulang kampung kemaren karena ada urusan perkuliahan, saya dan anak saya Icha naik maskapai penerbangan Indonesia yang sudah terkenal itu. Sejak awal saya duduk, ada satu pramugari yang selalu bersikap sangat ramah. Selalu bertanya apa yang saya inginkan. Aneh juga sih tapi pikir2 wajar kali yah mengingat mungkin cuma saya dan Icha yang merupakan orang Indonesia asli disamping para nihon-jin (orang2 Jepang) yang memenuhi pesawat ini,  jadi cuma kepada saya dia bisa ngobrol sesukanya. Sampai suatu saat dia bertanya` anaknya cantik yah! pasti mirip bapaknya!`  Saya bilang iya, memang mirip bapaknya, karena itu benar. Lalu dia nanya lagi `bagaimana rasanya menikah dengan orang jepang?` Hah.... oo ternyata pramugari itu kira saya menikah dengan orang jepang karena anak saya mirip orang jepang   Lucunya pas saya kasih tau ` o..suami saya bukan orang Jepang tapi orang Tegal, kebetulan aja lagi kuliah di Jepang sini.` Eeh, langsung si pramugari bengong gitu dan sejak itu sikapnya berubah total. Tidak lagi menyapa dan seolah cuek bebek setiap melewati bangku saya padahal mah biasanya selalu menyapa. Hehehe.... jadi lucu juga kalo saya mengingatnya.

Kenapa yah koq ada orang yang seperti itu? Entah ini termasuk rasisme seperti definisi di atas atau bukan, tapi bagi saya yah seperti itu, Rasisme terhadap bangsa sendiri. Memandang sebelah mata terhadap orang dari bangsanya sendiri tetapi memandang penuh kagum dengan orang bangsa lain. 

Yok ah kita ubah pandangan kita... saling mencintai dan menghargai sesama manusia, tanpa memandang asal usulnya, tidak peduli miskin kaya, berbeda warna kulit, dan lainnya. Toh pada hakekatnya manusia di mata Allah sederajat. Ya nggak!!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.