evida's posts with tag: korea
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini berkisah tentang kisah cinta seorang calon pastor. Dimulai dari Gyu-shik (Kwon Sang-woo) dan Seon-dal (Kim In-kwon) yang merupakan murid sekolah seminari, membuat kekacauan tak disengaja saat upacara misa. Hukuman yang diberikan pun berupa pelayanan gereja di sebuah desa terpencil di Korea sebelum acara pentahbisan sebagai seorang pastor.
Saat pertama datang ke desa, mereka bertemu dengan seorang gadis, Yang Bong-hie yang diperankan oleh Ha-Ji Won. Seorang gadis kota yang berpakaian modis ala anak muda yang juga ternyata merupakan keponakan Pastor Nam, pemimpin di Gereja tempat mereka akan melakukan pelayanan agama.
Hari pertama Gyu Shik bekerja sudah mulai terlibat masalah dengan Bong Hie. Tanpa sengaja, dalam keadaan pingsan Bong Hie mencium Gyu Shik. Ini membuat suatu pengalaman baru bagi seorang pemuda yang sebelumnya tidak mengenal cinta terhadap perempuan.
Bong Hie yang lama tinggal di Amerika memutuskan untuk ke Korea karena tidak ingin berpisah jauh dari pacarnya dan meminta mereka untuk menikah saja. Tapi, yang terjadi justri cowok itu meminta putus dari Bong Hie. Ini membuat Bing Hie kecewa dan memutuskan untuk kembali ke Amerika. Sayangnya, uang untuk pulang tidak cukup dan meminta kepada pamannya ternyata tidak bisa karena uang yang dimiliki pamannya itu adalah uang gereja yang hanya digunakan untuk pelayanan umat. Akhirnya Bong Hie memutuskan kerja di gereja selama sebulan agar bisa membeli tiket pulang.
Kehadiran Bong Hie membuat Gyu Shik menjadi terusik apalagi dengan prilaku Bong Hie yang agak sedikit bebas. Setelah berkonsultasi dengan Pastor Nam, justru Gyu Shik disuruh mengemban misi untuk membaptiskan Bong Hie sebagai salah satu syarat untuk petahbisannya sebagai pastor. Disinilah banyak hal terjadi yang tanpa disadari membuat Gyu Shik menjadi semakin dekat dengan Bong Hie.
Bong Hie sudah menyadari bahwa Gyu Shik itu menyukainya namun Gyu Shik mengelak itu karena dia tetap bersikukuh bahwa Tuhan lah satu2nya yang dia cintai. Sampai akhirnya Gyu Shik kembali ke seminari untuk ditahbiskan menjadi pastor dan saat yang bersamaan Bong Hie pun hendak kembali ke Amerika.
Bagaimana endingnya??? seperti film Korea lainnya yang happy ending, begitu pun dengan film ini. Di detik2 terakhir, Gyu Shik melepaskan keinginannya untuk menjadi pastor dan Bong Hie pun kembali ke desa itu lagi. Mereka bertemu kembali seperti saat mereka bertemu untuk yang pertama kali. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Ini ceritanya anak muda, tentang pelajar cowok di SMA. Sebenernya gak terlalu suka soalnya beda genre aja cuma karena sudah terlanjur nonton sayang kalo gak direview juga :-) Buat yang masih berjiwa muda atau emang masih SMP/SMA pasti suka banget sama film yang satu ini.
Kisah tentang pelajar cowok keren dari 3 SMA yang berbeda yang mengalami peristiwa yang memalukan. Ada cowok androgini yang sok imut, tipikal yang disukai cewek model F4 gitu (pretty boy), ada pemain basket yang jago dan macho banget, dan ada rocker yang disukai kaum muda. Nah, ketiganya ini di waktu yang berbeda saat pulang, di suatu jalan yang sepi (jalannya sama), tokai alias kotoran makhluk hidup, iiiiihhhhh........jijay banget deh. Tapi lucunya, berita itu langsung tersebar di seluruh sekolahan dan justru menjadikan cowok-cowok itu semakin tenar bahkan menjadi foto model segala.
Nah, ada seorang blogger yang menginvestigasi kasus ini. Dia juga seorang pelajar cowok SMA, Kim Kibum. Dia menemukan pola yang sama dari setiap serangan dan memprediksikan kalau korban berikutnya akan berasal dari sekolahnya. Kibum malah sudah memprediksi 3 calon kuat yang akan menjadi korban selanjutnya. Calon tersebut adalah Ketua OSIS yang berwibawa, Ketua Klub Dance, dan Ketua Klub Judo. Kibum juga memprediksikan hari dan bulan kapan kejadian berikutnya akan terjadi dirunut dari pola sebelumnya. Ini semakin membuat heboh di kalangan pelajar, masing2 mencoba menebak siapa korban berikutnya, membuat heboh pula di kalangan guru yang ternyata juga ikut bertaruh siapa berikutnya yang menjadi korban, dan lebih hebohnya justru si calon korban ini pada bersaing untuk menjadi lebih tenar lagi biar bisa jadi korban berikutnya, hahahaha............ gilaaa beneeeerrrr, masa' iya mau dilemparin tokai gitu pada rebutan gini :-p Dibalik semua itu blog Kibum pun semakin tenar dan ratingnya tinggi karena terus memantau perkembangan ketiga calon korban ini.
Nah, ternyata pas hari-H yang diprediksikan Kibum, sang Ketua Judo dan Ketua Dance udah berada disana bersiap-siap untuk dilempari tokai, ahaaakk...ahaaakk. Lucunya meski mereka bersaing toh pada akhirnya mereka berteman juga. Dan ternyata seseorang misterius, pelempar tokai itu adalah Kibum sendiri yang ketahuan oleh asisten investigasinya sendiri, Lee Donghae. Parahnya justru Donghae minta dia yang dilempari tokai biar menjadi cowok paling tenar di sekolahnya. Dan itu terjadi, besoknya berita siapa yang dilempari tokai langsung tersebar di sekolahan dan Donghae pun jadi cowok paling tenar.
Haiyyaaaa............ ini film ada-ada aja deh :-p 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini lumayan bagus buat ditonton. Tapi jika menginginkan film percintaan dengan segala romantisme manusia yang menggebu-gebu tampaknya ini bukan pilihannya. Btw, film ini menang Asia Film Award untuk sutradaranya. Namun, banyak hal natural yang diperlihatkan film ini. Kisah tentang kehidupan seorang perempuan bernama Sin Ae (Jeon Do-Yeon) yang memiliki seorang anak keci, Jun,l dan telah ditinggal mati suaminya. Ia pindah ke Milyang, kota kecil asal suaminya berasal karena suaminya dulu ingin sekali hidup ditempat ini. Sin Ae pun disini bekerja menjadi guru piano.
Sejak awal kedatangan Sin Ae disini selalu dibantu oleh Jong Chan (Song Kang Ho). Mulai membetulkan mesin mobilnya yang rusak saat pertama pindah ke Milyang, membantunya pindah, membantunya menyebarkan brosur les piano, mengurus pertemuan dengan pemilik lahan ketika Sin Ae ingin menginvestasikan semuanya ada Jong Chan. Sin Ae pun menjalankan hari-harinya seperti layaknya orang lain.
Pada suatu malam, ketika Sin Ae baru pulang dari pesta bersama-sama temannya, ia tidak menemukan Jun, anaknya di rumah. Jun ternyata diculik oleh supir jemputan yang mengantarkannya ke sekolah. Si penculik mengira Sin Ae memiliki duit banyak karena tersebar isu kalau Sin Ae ingin berinvestasi tanah di Milyang. Namun sungguh kasihan, ketika tebusan sudah diberikan yang terjadi Jun malah dibunuh dengan cara dipendam di sungai. Sangat keji. Sang penculik berhasil ditangkap tetapi Jun tetap tidak kembali.
Peristiwa ini membuat Sin Ae depresi melanjutkan hidup ini. Awalnya ia tidak percaya Tuhan sampai akhirnya ia seolah mendapat tanda/hidayah untuk mendatangi Tuhan itu sendiri. Sin Ae pun mendapatkan ketenangan karenanya. Sampai suatu ketika Sin Ae mengutarakan pendapat kepada teman2nya untuk mendatangi penjara, menengok pembunuh anaknya. Ia bermaksud memaafkan sang pembunuh dan berusaha mengajarkan kasih Tuhah kepada sesama. Tapi apa daya, yang terjadi justru menyakitkan hati Sin Ae sendiri. Si pembunuh ternyata sudah taubat dan dengan mudahnya mengatakan karena dia senantiasa berdoa setiap hari maka Tuhan pun sudah memaafkan kesalahannya. Ia pun selalu berdoa kepada Tuhan untuk kebaikan Sin Ae.
Sin Ae shock berat karena dia melihat pembunuh itu tidak ada rasa menyesal sedikit pun karena telah membunuh anaknya Jun. Seolah pembunuhan itu tidak pernah ada. Sin Ae marah kepada Tuhan yang dengan mudahnya memaafkan orang itu padahal dia sendiri belum tentu mau memaafkan. Ini membuat Sin Ae kembali menjauh dari Tuhan dan agama. Kembali depresi. Yang ada Sin Ae justru melakukan perbuatan2 yang buruk seolah ia ingin menantang Tuhan.
Pada akhirnya, depresi ini membawa hal yang tidak diinginkan. Sin Ae tanpa sadar berusaha bunuh diri dan ia dilarikan di rumah sakit, selamat, sembuh, dan kemudian siap menjalani hidup baru.
Sampai pada akhir film ini dibuat terlihat sekali Jong Chan senantiasa menemani Sin Ae dengan tulus bahkan terkadang ini membuat Sin Ae gerah dan sebal dengan tingkahnya Jong Chan. Baru sadar ternyata secret sunshine itu adalah Jong Chan itu sendiri. Cahaya yang selalu menemani Sin Ae setiap saat :-) 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Hihihi..... kalo judulnya diartiin dalam bahasa Indonesia jadi salju perawan, kagak ngerti deh itu apa artinya :-p Film ini berkisah tentang cinta 2 orang remaja berbeda negara, yang laki-laki dari Korea, Kim Min (Lee Jun Ki) dan yang perempuan dari Jepang, Sasaki Nanae (Aoi Miyazaki). Yang paling saya suka dari film ini sebenarnya bukan isi ceritanya yang menurut saya datar, biasa saja khasnya percintaan para remaja, tetapi setting filmnya. Film ini dibuat di Kyoto dengan segala tempat yang saya ketahui. Bahkan, daerah tempat saya tinggal Enmachi jelas terpampang disana, hahaha... ge-er banget yah padahal disini mah saya cuma numpang sebentar :-p Mulai dari adegan tabrakan sepeda di Nishioji Sanjo dori, Kyomizudera, Sungai Arashiyama, Jatuh di Kamogawa, hutan bambu Arashiyama, Shimogamo Shrine..pokoknya semua tau deh... ini yang bikin saya tertarik dengan film ini, karena kesamaan tempat. Serasa saya ikutan main film ini, hehehe......
Kisahnya dimulai dari kedatangan Kim Min untuk mengikuti ayahnya yang merupakan professor yang ditugaskan di Kyoto. Min pun menjelajahi Kyoto ini dengan sepedanya dan kelihatan banget disini kalo Kyoto itu indaaaah sekali. Ketika masuk ke sebuah kuil, Min bertemu dengan seorang gadis Kyoto penjaga kuil, Sasaki Nanae. Nanae membantu Min membersihkan luka ditangannya yang sedikit berdarah. Dari situlah Min mulai terpesona dengan Nanae. Jadi inget lagunya Glenn Fredly ....."terpesona ku pada pandangan pertama... dan tak kuasa ku menahan rinduku". Film ini cukup natural dalam dialognya apalagi dengan dua bahasa berbeda, Min yang tetap dengan bahasa Koreanya dan Nanae yang dengan Nihon-go. Sama-sama gak ngerti tetapi tetap berusaha memahaminya *kayak gw banget deh kasusnya kalo lagi ngomong sama Nihon-jin*
Ternyata gak disangka oleh Min kalau ternyata Nanae satu sekolah dengannya. Dan itu semakin mendekatkan dirinya dengan Nanae. Ada satu adegan lucu ketika Kim mencoba mengejar Nanae di jembatan Kamogawa. Karena saking gembiranya bertemu Nanae, Min menjatuhkan peralatan melukisnya Nanae ke sungai. Dan dengan begonya Kim langsung terjun ke Kamogawa yang cetek itu. Biarpun berhasil mendapatkannya tapi ternyata alat2 lukisnya jatuh juga ke sungai, hahaha....
Merasa bersalah, Min berusaha mengganti alat2 lukisnya Nanae dengan cara bekerja menjadi badut. Cuma sebentar hanya saja Nanae tau itu soalnya gak sengaja ketemu langsung. Malu deeeh si Min. Yang kasihan justru udah capek2 beliin ternyata ditolak sama Nanae karena Nanae bilang punyanya yang kecebur air itu masih bisa dipake koq. Kecewa memang tapi justru ini lebih mendekatkan hubungan mereka.
Biasa deh pacaran anak muda, kemana-mana selalu berdua. Ketika di Arashiyama, mereka naik perahu berdua. Nanae bilang ada mitos di Jepun kalo pasangan yang naik perahu berdua bakalan bernasib buruk hubungannya, bisa putus. Kata Min...ah itu mah mitos soalnya di Korea kalo pasangan berjalan di Dolsdam Street juga ditakdirkan berpisah. Tapi katanya kalau jalannya di saat salju pertama turun justru akan berakhir bahagia. Nanae pun mengajak Min ke Kuil Tenryuji... mengisi diari untuk pasangan dan menikmati pemandangan disana.
Dibalik kebahagiannya bersama Min, kehidupan keluarga Nanae justru sebaliknya. Setelah ayah Nanae wafat, ibunya berhubungan dengan laki2 yang suka memukul. Ini membuat Nanae dan adiknya Yuri menjadi trauma dan hidupnya penuh ketakutan. Sampai suatu ketika, Nanae memutuskan untuk meninggalkan Kyoto bersama keluarganya untuk menghindari pacar ibunya yang jahat itu. Dalam pertemuan terakhirnya Nanae berpisah dengan Min tanpa mengucapkan kata dan hanya meninggalkan sebuah jimat yang berisi secarik kertas. Kebetulan saat itu pula Min harus kmbali ke Korea karena neneknya sedang sakit keras dan segera ingin menemui cucu kesayangannya itu.
Sampai di Korea ternyata neneknya gak apa2, mungkin sakit rindu sama cucu kayaknya. Celakanya, jimat yang diberikan Nanae justru diberikan MIn untuk neneknya tanpa sempat membaca isinya terlebih dahulu. Ketika Min kembali ke Kyoto ternyata Nanae sudah mengilang tanpa jejak. Min merasa kecewa dan menganggap Nanae mempermainkannya. Min pun kembali ke Seoul, Korea karena ia merasa tidak punya alasan lagi untuk tinggal di Kyoto. Gimana sih si MIn ini..gak nyadar apa gw ada di Kyoto juga, hehehe.... *ngarep.com*
Dua tahun berlalu. Ternyata Nanae sudah menjadi pelukis ternama dan mengadakan pameran di Seoul, Korea. Di situlah ia bertemu dengan Min tanpa sengaja. Kaget campur senang. Tapi Min tetap merasa kecewa dengan Nanae. Sampai akhirnya Min membaca secarik kertas yang berada di dalam jimat dari Nanae yang dulu diberikan Min ke neneknya. Ternyata surat itu menjelaskan kepergian Nanae dulunya. Min pun napak tilas perjalanan cinta mereka untuk mencari Nanae di Kyoto. Gak disangka ternyata MIn menemukan catatan diari Nanae di kuil Tenryuji. Disitu tertulis kalau Nanae setiap tahunnya selalu mengunjungi Seoul dan berjalan di Dolsdam street saat salju pertama turun dan berharap bertemu Min disana agar kisah cintanya kembali bersatu.
Toh, pada akhirnya seperti kisah percintaan remaja umumnya, ini berakhir bahagia. Mereka bertemu di Dolsdam street pada saat salju turun pertama kalinya dan cerita cinta mereka bersemi kembali.
Jadi Virgin Snow itu maksudnya saat salju pertama turun itu bukan salju perawan, hahahaha................. *geblek emang gw* 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Dulu pertama nonton film April Snow ini pas pulkam tahun kemaren. Nontonnya sama nyokap jam 1 malem di salah satu stasiun tv baru di Indonesia. Nyokap itu penggemar berat film2nya Bae Yong Jun. Katanya BYJ itu adalah cowok terganteng se-Korea, hahaha.... Herannya nyokap kalo nonton film Korea gak bakal ketiduran di tengah jalan, mungkin karena saking menghayatinya kali yah :-p Kalo di Indonesia film ini udah disensor habis2an tapi kalo liat dvdnya di Jepun sini langsung bisa terlihat jelas jadi plot ceritanya juga jelas :-)
Nah ceritanya BYJ ini berperan sebagai In Soo yang merupakan penata lampu untuk panggung besar. Dia mendapat kabar kalo istrinya yang dikira sedang melakukan perjalanan bisnis itu mengalami kecelakaan mobil, tabrakan. Ketika sedang mengurus masalah kecelakaan ini di kantor polisi, In Soo bertemu Seo Young (Son Ye-Jin), perempuan yang suaminya mengalami kecelakaan bersama istrinya In Soo di suatu kota kecil di Samchuk.
Awalnya mereka tidak mengira kalau kecelakaan ini membongkar perselingkuhan pasangannya masing-masing. Istri In Soo dan suaminya Seo Young itu ternyata selingkuh sejak lama. Hancur lah hati kedua pasangannya. Depresi kali yah sampai gak bisa tidur karena penasaran dengan perselingkuhan itu sedangkan pelakunya dalam keadaan koma, tidak sadar.
Secara alamiah karena ingin mengetahui lebih banyak tentang perselingkuhan itu justru malah mendekatkan In Soo dengan Seo Young. Mungkin karena mereka merasa korban maka mereka lebih dekat apalagi tempat penginapan mereka pun sama. Mereka pun justru mengulang kesalahan pasangan masing-masing, akhirnya berdua pun selingkuh.
Kedekatan mereka pun menjadi penghibur hati saat menemani pasangan masing2 yang sedang koma. Mereka mulai membuka diri dan menemukan banyak persamaan yang semakin mendekatkan. Mulai saling menanyakan kesukaan masing2. Misalnya musim apa yang disukai. Jika Seo Young suka dengan musim semi maka In Soo suka dengan musim dingin. Seo Young bilang ia pun sebenarnya suka dengan salju dan berharap saat musim semi pun salju diharapkan turun :-)
Sayang kedekatan mereka ini terhenti ketika istri In Soo mulai sadar dari komanya. Dan pada akhirnya suami Seo Young pun meninggal dunia. Dilematis banget buat In Soo karena sebenarnya ia mencintai Seo Young tapi kenyataannya istrinya telah siuman dari sadarnya.
Film ini akhirnya diakhiri dengan hujan salju di musim semi. Percaya gak percaya kayaknya saya gak percaya, hehehe.... Tapi ini gak tau juga yang didalam mobil itu Seo Young apa istrinya In Soo.... dasar nih sutradara bikin penasaran aja :-p1`
Ini filmnya mirip banget sama film Random Hearts-nya Harrison Ford dan Kristin Scott Thomas. Cuma kalo ini karena kecelakaan mobil, di Random Hearts karena kecelakaan pesawat terbang, biasalah Hollywood.... duitnya gede jadi rada elit juga kecelakaannya, hehehe......... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini berkisah tentang perasaan seorang perempuan bertubuh subur alias ndut terhadap pria ganteng, teman di tempat kerjanya. Karena gw juga termasuk bertubuh subur maka gw ngerti banget perasaan si cewe di film ini :-)
Awalnya dikisahkan Kang Han-na yang dimainkan oleh Kim Ah-jung itu adalah perempuan ndut yang bekerja sebagai pengisi suara/vokalis rahasia/ lip-singer dari seorang penyanyi korea terkenal 'Ammy'. Semuanya bahkan saat konser, rekaman, itu suara Ammy yang ngisi Kang Han-na. Nah Kang Han-na ini jatuh cinta sama komposer yang nanganin musiknya Ammy yaitu Sang Jun (Ju Jin-mo). Biasalah si Kang Han-na hanya bisa memendam perasaannya karena dia minder dengan tubuhnya itu.
Pada suatu pesta, ternyata si Ammy yang mengetahui perasaan Kang Han-na mempermalukan Kang Han-na di depan Sang Jun. Ini membuatnya malu dan frustasi sampai tidak mau masuk kerja. Kang Han-na bahkan nekad melakukan operasi plastik untuk mereparasi seluruh bagian tubuhnya agar menjadi langsing. Gak tanggung2, satu paket bow ngelangsinginnya, dalam sekejap!
Nah pas udah langsing, Kang Ha-na merubah namanya menjadi Jeanny. Jeanny balik menemui Sang Jun yang ternyata tidak mengenalinya sama sekali. Apalagi saat itu ada pemilihan vokalis rahasia sebagai pengisi suara Ammy yang dulu dijalankan oleh Kang Ha-na sendiri. Semuanya kaget ketika mendengar suaranya yang mirip dengan Kang Ha-na tapi orangnya beda tapi tetap tidak menyadarinya. Awalnya orang menyetujuinya menjadi vokalis rahasia untuk Ammy, tapi ternyata Sang Jun punya rencana lain. Ia justru ingin mengorbitkan Jeanny menjadi penyanyi sesungguhnya karena selain Jeanny punya tubuh yang langsing, suaranya pun bagus banged. Nah, saat-saat inilah klimaks antara hubungan Kang Ha-na aka Jeanny dengan Sang Jun terjadi. Sang Jun perlahan mulai menyukai Jeanny dan bahkan mulai bisa menguak rahasia bahwa Jeanny adalah sosok baru dari Kang Ha-na.
Pertentangan batin Jeanny pun terjadi, terutama saat ayah Kang Ha-na dibawa oleh temannya untuk bertemu Jeanny. Jeanny ketakutan kalau sang ayah bisa mengenalinya dan orang2 tau bahwa sesungguhnya dia adalah Kang Ha-na, perempuan ndut yang desperate soal cinta.
Toh,pada akhirnya film ini ditutup dengan ending yang manis. Bukan dengan akhir dimana Sang Jun mencintai Jeanny. Tapi dengan kepercayaan diri pada Jeanny bahwa sesungguhnya orang itu dicintai tidak dilihat dari postur tubuhnya, melainkan dari kebaikan yang terpancar dihatinya.
Dooohh.... nonton film ini bikin gw jadi pe-de, hehehe........ 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini dibintangi juga sama Joong Woo-Sung, aktor Korea favorit gw *abis ganteng banged siihh, hehehe....* Film ini berkisah tentang cinta segitiga antara pembunuh bayaran (Joong Woo-Sun as Park Yi), pelukis (Gianna Jun as Ji-Hyun) , sama detektif polisi (Sung Jae-Lee as Jeong Woo). Keren menurut saya plotnya. Nah, gw suka sama perannya Joong Woo-Sung disini, penjahat tapi hatinya baik banged *emang ada yah yang kayak gitu???*
Nah, film ini berawal dari seorang perempuan Korea yang tinggal di Italia bersama kakeknya. Dia kerja jadi pelukis di taman umum gitu. Nah, pernah suatu saat ketika lagi jalan2 ke sebuah desa, Ji-Hyun ingin melukis bunga2 daisy yang sedang bermekaran di padang rumput. Untuk mencapai padang rumput itu, dia harus melewati jembatan dari sebatang kayu. Pas baliknya Ji-Hyun jatoh dari jembatan itu, untung aja sungainya gak dalem tapi kantong yang berisi peralatan melukisnya hanyut kebawa arus.
Esoknya saat ingin melukis daisy di tempat yang sama, ternyata jembatannya sudah diperbaiki, jadi jembatan yang lebar gak cuma dari sebatang kayu lagi, lebih kokoh dan digagangnya terdapat peralatan melukisnya Ji-Hyun yang pernah hanyut itu. Akhirnya si Ji-Hyun memberikan lukisan kepada orang yang memperbaiki jembatan itu dengan cara menggantung lukisan itu di jembatan *soalnya doi gak tau bow siapa orangnya* Anehnya setelah itu, di tempat tinggalnya Ji-Hyun setiap hari dikirimi bunga daisy. Dan Ji-Hyun gak pernah tau siapa pengirimnya.
Ketika Ji-Hyun sedang melukis di taman, ada seorang pria korea (Jeong Woo) yang minta dilukis. Mereka lalu berkenalan dan berteman baik bahkan pada akhirnya Ji-Hyun suka sama Jeong Woo. Ternyata Jeong Woo ini seorang detektif polisi yang menyamar untuk menangkap penjahat. Dan entah kenapa si Ji-Hyun mengira kalau si Jeong Woo itu adalah pria misterius yang kerap memberinya bunga daisy, padahal itu bukan. Si Jeong Woo juga gak membantah lagi pas Ji-Hyun bilang tentang cerita daisy itu *dooohhh.... nih cowo bo'ong banged siihh, ngaku2 gitu* Parahnya si Jeong Woo itu justru melibatkan si Ji-Hyun tanpa disadari untuk menangkap penjahat yang sedang dia cari. Akhirnya tau sendiri pas ada acara tembak menembak, Si Jeong Woo terluka dan Ji-Hyun tertembak di lehernya, nyaris mati dan langsung rusak pita suaranya, gak bisa ngomong bow!
Nah, karena merasa bersalah si Jeong Woo balik ke Korea tanpa pamit ke Ji-Hyun dan ini bikin dia merasa sedih. Pada saat itu, datenglah Park Yi yang pembunuh bayaran itu yang sebenarnya juga sang 'pria misterius'. Berkenalan sampai akhirnya berteman dan Park Yi berusaha menghibur Ji-Hyun yang sedang sedih.
Jeong Woo pun kembali ke Italia dan berusaha untuk menangkap pembunuh bayaran yang selama ini dicari2. Jeong Woo pun ketemu Park Yi di tempatnya si Ji-Hyun, mereka kenalan. Park Yi tau kalo si Jeong Woo itu polisi interpol tapi sebaliknya Jeong Woo itu gak tau kalo sebenarnya Park Yi lah orang yang dicari selama ini. Sampai pada akhirnya Jeong Woo menyadari eeh malah Jeong Woo mati tertembak. Ji-Hyun pun perlahan menyadari kalo si Park Yi itu pembunuh bayaran dan mengira Park Yi lah yang membunuh Jeong Woo. Padahal bukan. Yang membunuh Jeong Woo itu adalah sesama pembunuh bayaran di agen yang sama dengan si Park Yi dan yang menyuruh membunuh Jeong Woo itu adalah boss-nya si Park Yi itu sendiri.
Agak rumit memang kisahnya. Pada akhirnya pun Ji-Hyun menyadari bahwa selama ini yang dia cintai, selama ini yang selalu menolong dia dan ada disisinya adalah Park Yi. Dan saat bertemu kembali dengan Park Yi malah tewas tertembak karena ada adu senjata antara interpol dan para penjahat. Tragis... Park Yi marah dengan kematian Ji-Hyun yang dicintainya, dia lalu pergi untuk menghabisi para pembunuh bayaran dan boss-nya sendiri yang dia anggap paling bertanggungjawab atas kematian Ji-Hyun.
Wuiiihhh.... panjang juga yaakk. Serius banget sih gw nulisnya :-P 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Ini filmnya udah lama cuma baru nonton kemaren2 ini di wongsetress.com *hayoo siapa nih yang ngasih unjuk situsnya, hehehe...*
Ini film saya banged gitu loh. Entah kenapa dari dulu saya suka banged sama film drama percintaan yang mengharu biru, penuh perjuangan, agak mellow dan akhir yang bahagia. Makanya gak heran, pas nonton film ini dapat dipastikan ini langsung jadi favorit dan bisa ditonton berulang-ulang.
Film ini diadaptasi dari drama tv jepun. Dibintangi sama Joong Woo-Sung yang super ganteng maen jadi Chul Soo dan Son Ye-Jin (Su-Jin) yang biasa aja menurut gw *cakepan gw deh kayaknya, whuahaha...... ngiri.com*.
Awalnya mereka bertemu tanpa sengaja, di depan kombini atau toko 24 jam, di depan pintu. Saat itu Chul-Soo lagi megang sekaleng minuman softdrink trus berpaspasan sama Su-Jin. Karena Su-Jin lagi desperate sama masalahnya, eeh liat minuman kaleng di tangan Chul Soo langsung deh maen ambil dan langsung tenggak. Ini awal pertemuan mereka, trus gak nyangka juga mereka ketemu lagi karena ternyata Chul-Soo itu tukang bangunan yang kerja sama bapaknya Su-Jin. Then, seperti cerita2 romantis lainnya, hubungan ini meski gak mulus jalannya akhirnya nyampe juga ke jenjang pernikahan.
Nah, pas udah nikah ini mulai deh klimaksnya. Ternyata si cewe, Su-Jin menderita alzheimer alias penyakit syaraf yang mengakibatkan pikun atau menghilangnya ingatan satu persatu. Sampe akhirnya dia lupa sama suaminya sendiri si Chul Soo, huhuhu....... dari sini gw udah mulai nangis sesegukan yang kata suami udah kayak apaan tau :-p Sedihnya lagi karena penyakit itu mengakibatkan hilangnya memori dimulai dari memori paling baru baru kemudian mengikis yang lama, suaminya malah dipanggil sama nama mantan pacarnya yang dulu. Whoaaa.... gimana gak sedih coba, gw aja ampe seember nangisnya gara2 adegan ini. Salutnya si suami, Chul Soo justru bisa menerima itu. Sampe akhirnya si Su-Jin jadi ngerasa tidak enak dengan penyakitnya ini dan takut menyusahkan suaminya, dan memutuskan untuk menghilang gitu. Si Chul Soo jadi sediiih banget *andai gw bisa disitu untuk menghiburnya, hueeeekkkk......* Pastinya doi gak patah semangat untuk terus nyari istri tercintanya itu.
Finally.... Chul Soo ketemu juga sama istrinya yang memang udah beneran lupa sama dirinya. Tapi karena emang si Chul Soo itu ganteng *apa coba hubungannya* maksud gw karena dia sangat cinta istrinya, dia mencoba banyak cara agar si istri bisa ingat dia walau sedikitpun. Salah satunya adalah kembali di saat pertemuan pertama mereka di kombini dimana Chul Soo memegang sekaleng minuman bersoda.
Sebenarnya bingung juga akhirnya, apakah Su-Jin sembuh *emang bisa yah alzheimer sembuh gitu aja* atau apa yang pastinya akhirnya mereka terlihat sangat bahagia :-) 
| |