evida's posts with tag: jepang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jepang
Photo AlbumNara, 2008 (45 photos)May 19, '08 4:06 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sabtu, pas Golden Week kemaren, saya dan keluarga pergi jalan-jalan ke Nara. Ini memang sudah diniatkan sekali karena terakhir ke Nara itu sekitar dua tahun yang lalu saat belum hamil Jaja. Nah, sekarang ingin ke sana lagi, ingin memperkenalkan Jaja dengan binatang rusa sekaligus niatnya ingin kopdaran dengan Mba Efi. Tapi ternyata, sayangnya gak ketemuan padahal kita pada hari itu sama2 sedang berada di Nara, celingak celinguk gak ketemu padahal kita pulangnya malem, naik kereta sekitar jam 7.30 malam. Zanen..... mudah2an di Indonesia bisa ketemu ya Mba Efi :-)

Ke Nara ini benar2 seru soalnya anak2 suka sekali ketemu sama shika-san (rusa). Memberi makan rusa, mengelus badannya, lari2 di lapangan depan Kofukuji Temple, lihat kolam kura-kura, lihat ikan koi yang segede gaban di depan Museum Nasional Nara, makan es krim, tidur2an di lapangan rumput, pokoknya kita have fun banget deh makanya males pulang cepat2, hehehe...

Ada sedikit tragedi, ceritanya si Icha sok berani gitu, daritadi main sama shika-san alias rusa kan gak kenapa-kenapa karena rusanya memang jinak. Tapi ada juga rusa yang dikarantina pakai pagar kayu. Cuma, karena pagar kayunya gak rapat, si Icha iseng masuk ke sana, langsung pengen ngelus si rusa tapi ternyata rusanya marah dan si Icha langsung diseruduk pelan. Jelas gw sama suami kaget banget, takut si rusa terus2an nyeruduk Icha, tapi alhamdulillah gak kenapa2. Si Icha langsung nangis karena shock. Untungnya sih gak trauma, cuma kalo ditunjukin foto2 kejadiannya selalu bilang "mamah, rusa ini nakal... dibuang saja gak usah ditemanin" hahaha.......

Btw.... inilah foto2 narsis kita selama di Nara :-)

ReviewReviewReviewReviewVirgin Snow (Korean Movie)Apr 18, '08 7:54 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Hihihi..... kalo judulnya diartiin dalam bahasa Indonesia jadi salju perawan, kagak ngerti deh itu apa artinya :-p Film ini berkisah tentang cinta 2 orang remaja berbeda negara, yang laki-laki dari Korea, Kim Min (Lee Jun Ki) dan yang perempuan dari Jepang, Sasaki Nanae (Aoi Miyazaki). Yang paling saya suka dari film ini sebenarnya bukan isi ceritanya yang menurut saya datar, biasa saja khasnya percintaan para remaja, tetapi setting filmnya. Film ini dibuat di Kyoto dengan segala tempat yang saya ketahui. Bahkan, daerah tempat saya tinggal Enmachi jelas terpampang disana, hahaha... ge-er banget yah padahal disini mah saya cuma numpang sebentar :-p
Mulai dari adegan tabrakan sepeda di Nishioji Sanjo dori, Kyomizudera, Sungai Arashiyama, Jatuh di Kamogawa, hutan bambu Arashiyama, Shimogamo Shrine..pokoknya semua tau deh... ini yang bikin saya tertarik dengan film ini, karena kesamaan tempat. Serasa saya ikutan main film ini, hehehe......

Kisahnya dimulai dari kedatangan Kim Min untuk mengikuti ayahnya yang merupakan professor yang ditugaskan di Kyoto. Min pun menjelajahi Kyoto ini dengan sepedanya dan kelihatan banget disini kalo Kyoto itu indaaaah sekali.
Ketika masuk ke sebuah kuil, Min bertemu dengan seorang gadis Kyoto penjaga kuil, Sasaki Nanae. Nanae membantu Min membersihkan luka ditangannya yang sedikit berdarah. Dari situlah Min mulai terpesona dengan Nanae. Jadi inget lagunya Glenn Fredly ....."terpesona ku pada pandangan pertama... dan tak kuasa ku menahan rinduku". Film ini cukup natural dalam dialognya apalagi dengan dua bahasa berbeda, Min yang tetap dengan bahasa Koreanya dan Nanae yang dengan Nihon-go. Sama-sama gak ngerti tetapi tetap berusaha memahaminya *kayak gw banget deh kasusnya kalo lagi ngomong sama Nihon-jin*

Ternyata gak disangka oleh Min kalau ternyata Nanae satu sekolah dengannya. Dan itu semakin mendekatkan dirinya dengan Nanae. Ada satu adegan lucu ketika Kim mencoba mengejar Nanae di jembatan Kamogawa. Karena saking gembiranya bertemu Nanae, Min menjatuhkan peralatan melukisnya Nanae ke sungai. Dan dengan begonya Kim langsung terjun ke Kamogawa yang cetek itu. Biarpun berhasil mendapatkannya tapi ternyata alat2 lukisnya jatuh juga ke sungai, hahaha....

Merasa bersalah, Min berusaha mengganti alat2 lukisnya Nanae dengan cara bekerja menjadi badut. Cuma sebentar hanya saja Nanae tau itu soalnya gak sengaja ketemu langsung. Malu deeeh si Min. Yang kasihan justru udah capek2 beliin ternyata ditolak sama Nanae karena Nanae bilang punyanya yang kecebur air itu masih bisa dipake koq. Kecewa memang tapi justru ini lebih mendekatkan hubungan mereka.

Biasa deh pacaran anak muda, kemana-mana selalu berdua. Ketika di Arashiyama, mereka naik perahu berdua. Nanae bilang ada mitos di Jepun kalo pasangan yang naik perahu berdua bakalan bernasib buruk hubungannya, bisa putus. Kata Min...ah itu mah mitos soalnya di Korea kalo pasangan berjalan di Dolsdam Street juga ditakdirkan berpisah. Tapi katanya kalau jalannya di saat salju pertama turun justru akan berakhir bahagia. Nanae pun mengajak Min ke Kuil Tenryuji... mengisi diari untuk pasangan dan menikmati pemandangan disana.

Dibalik kebahagiannya bersama Min, kehidupan keluarga Nanae justru sebaliknya. Setelah ayah Nanae wafat, ibunya berhubungan dengan laki2 yang suka memukul. Ini membuat Nanae dan adiknya Yuri menjadi trauma dan hidupnya penuh ketakutan. Sampai suatu ketika, Nanae memutuskan untuk meninggalkan Kyoto bersama keluarganya untuk menghindari pacar ibunya yang jahat itu. Dalam pertemuan terakhirnya Nanae berpisah dengan Min tanpa mengucapkan kata dan hanya meninggalkan sebuah jimat yang berisi secarik kertas. Kebetulan saat itu pula Min harus kmbali ke Korea karena neneknya sedang sakit keras dan segera ingin menemui cucu kesayangannya itu.

Sampai di Korea ternyata neneknya gak apa2, mungkin sakit rindu sama cucu kayaknya. Celakanya, jimat yang diberikan Nanae justru diberikan MIn untuk neneknya tanpa sempat membaca isinya terlebih dahulu. Ketika Min kembali ke Kyoto ternyata Nanae sudah mengilang tanpa jejak. Min merasa kecewa dan menganggap Nanae mempermainkannya. Min pun kembali ke Seoul, Korea karena ia merasa tidak punya alasan lagi untuk tinggal di Kyoto. Gimana sih si MIn ini..gak nyadar apa gw ada di Kyoto juga, hehehe.... *ngarep.com*

Dua tahun berlalu. Ternyata Nanae sudah menjadi pelukis ternama dan mengadakan pameran di Seoul, Korea. Di situlah ia bertemu dengan Min tanpa sengaja. Kaget campur senang. Tapi Min tetap merasa kecewa dengan Nanae. Sampai akhirnya Min membaca secarik kertas yang berada di dalam jimat dari Nanae yang dulu diberikan Min ke neneknya. Ternyata surat itu menjelaskan kepergian Nanae dulunya. Min pun napak tilas perjalanan cinta mereka untuk mencari Nanae di Kyoto. Gak disangka ternyata MIn menemukan catatan diari Nanae di kuil Tenryuji. Disitu tertulis kalau Nanae setiap tahunnya selalu mengunjungi Seoul dan berjalan di Dolsdam street saat salju pertama turun dan berharap bertemu Min disana agar kisah cintanya kembali bersatu.

Toh, pada akhirnya seperti kisah percintaan remaja umumnya, ini berakhir bahagia. Mereka bertemu di Dolsdam street pada saat salju turun pertama kalinya dan cerita cinta mereka bersemi kembali.

Jadi Virgin Snow itu maksudnya saat salju pertama turun itu bukan salju perawan, hahahaha................. *geblek emang gw*


ReviewReviewReviewReviewReviewLetters From Iwo Jima (American Movie)Feb 14, '08 1:00 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Sebenarnya udah lama pengen nonton film ini cuma karena ketakutan terbesar gw gak ada subtitle Inggrisnya lah yang menyebabkan gw baru nonton film ini kemaren malem, takut bow serasa nonton film charlie chaplin, hehehe............

Gw acungin dua jempol untuk film ini apalagi gw gak doyan yang namanya film perang, so ini menurut gw bagus banget. Kenapa?? pertama karena ini film yang buat orang Hollywood tapi pake sudut pandang tentara Jepun, jarang2 kan yang begini. Kedua, jaminan banget deh kalo yang produserin itu Steven Spielberg apalagi sutradaranya Clint Eastwood, dan ketiga, yang maen Ken Watanabe, hehehe..... *penggemar nih*

Dimulai dengan kisah Saigo, seorang pembuat roti yang terpaksa dikirim berperang pada PD II dengan meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung. Sebenarnya Saigo ini setengah hati ikut berperang apalagi ditempatkan di Iwo Jima ini yang jauh dari daratan utama Jepang, bosan dengan kerjaannya yang menggali pasir, terowongan, gak bisa menembak, dan suka dijadikan bulan2an atasannya. Saigo berharap ia tidak mati dalam perang ini dan bisa kembali bertemu istri dan anaknya.

Nah, Letjen Tadamichi Kuribayashi yang diperankan oleh Ken Watanabe ini datang ke Iwo Jima dan mengatur strategi untuk perang melawan pihak Amerika yang rencananya akan mengambil Iwo Jima untuk dijadikan pangkalan militer.
Hebat, salut dengan strateginya yang menurut gw cemerlang..... lebih memusatkan pertahanan di tengah daripada di pantai mengingat armada dan pasukannya sedikit. Hanya saja, Jepang pusat tidak mengirimkan bantuan sama sekali kepada pihak Iwo Jima ini karena lebih fokus untuk melindungi mainland-nya. Kasiaaan banget gw ngelat perjuangan mereka ini menghadapi kekuatan Amerika yang bujug buneng buaaaannnyyyaaak banged.

Ketika semakin terdesak dan sebentar lagi dipastikan kalah, pimpinan tempat Saigo ditempatkan memutuskan untuk harakiri bersama pasukannya. Jelas Saigo gak mau apalagi dia sempat mendengar kalau Letjend Kuribayashi justru tetap ingin berperang sampai mati jadi gak mau harakiri. Saigo bersama Shimizu, temannya di pasukan ini menjadi orang terakhir yang seharusnya melakukan harakiri meski akhirnya mereka tidak melakukannya dan bergabung dengan pasukan lainnya.

Salut sama peran Letkol Takeichi Nishi yang merupakan peraih emas di olimpik untuk lomba berkuda yang sense humanity-nya tinggi sekali.... padahal perang kayak gini.

Di saat2 terakhir, Letjend Kuribayashi langsung memimpin perang untuk terakhir kalinya meski ia tau akan kalah. Lucunya Saigo yang rasa patriotisme sudah mulai bangkit dan siap mati untuk negaranya justru ditempatkan untuk menjaga terowongan rahasia dan bertugas untuk membakar semua peralatan dan dokumen rahasia Jepun di Iwo Jima. Meskipun demikian, ada satu buah tas kulit besar berisi surat2 yang dia kubur di terowongan itu, tidak ikut dimusnahkan.

Ketika Saigo berusaha menyelamatkan Letjend Kuribayashi yang kemudian harakiri. Ketika Letnan Fujita yang justru meninggal tertembak saat mencoba membunuh Kuribayashi untuk kehormatan Kuribayashi itu sendiri daripada mati ditangan Amerika. Dan ketika Saigo marah dan ingin melawan pasukan Amerika yang ingin menangkapnya karena mungkin tinggal Saigo lah satu2nya pasukan Jepang yang masih hidup adalah akhir yang menarik, terutama ketika ia tersenyum karena tetap masih hidup dan berpeluang untuk bertemu dengan istri dan anaknya.

Dan ternyata, tas kulit yang dikuburkan Saigo berisi surat2 dari para tentara Jepun di Iwo Jima untuk keluarganya. Surat2 yang menggambarkan kehidupan mereka di Iwo Jima. Surat2 tentang rasa rindu untuk bertemu. Dan surat2 yang menjadi saksi bisu patriotisme tentara Jepun untuk memperjuangkan Iwo Jima sebagai bagian dari tanah airnya...

Sebenarnya banyak yang harus diceritakan misalnya tentang Shimizu yang menyerah ke Amerika karena ingin terus hidup tapi justru malah dibunuh oleh tentara Amerika itu sendiri. Juga tentang Letnan Ito yang sok patriotik tapi sebenarnya seorang pecundang dan lainnya.........

Kayaknya lebih enak nonton film ini daripada baca resensinya :-)


ReviewReviewReviewReviewReviewFleets 100 Yen (Kaiten Sushi)Feb 9, '08 11:41 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Japanese / Sushi
Location:Oike Dori, Nijo -eki chikaku
Ini tempat makan sushi favorite. Kenapa?? Soalnya dekat dari rumah dan harganya murah meriah. Cuma dengan bersepeda sekitar 10 menit bisa menyantap sushi yang satu porsi isi dua pcs hanya dengan harga 105 yen, sudah termasuk pajak.

Sebaiknya datang kesini jangan di waktu jam makan siang atau di malam hari setelah jam 6 sore, pastinya gak akan dapat tempat dan harus ngisi waiting list yang puanjaaaanngg banged :-) Pernah udah lamaaa nunggunya sampe kesel, eeeh ternyata pas di cek masih di urutan ke-40 daftar tunggu. Gak sanggup deh nunggunya, mendingan pulang aja, hehehe............

Enaknya makan di kaiten sushi ini kita tinggal ambil sushi yang kita sukai yang asyik jalan2 sendirian disamping kita. Ada juga es krim, puding, sampai buah. Biasanya kalau ke sini, sushi favorit saya itu yang toppingnya tuna, cumi, salmon, dan unagi shusi. Sedangkan suami itu pasti selalu ngambil ebi sushi. Icha itu sukanya salmon dan tamagoyaki sushi plus es krim dan sepotong melon. Si Jaja karena blom bisa makan sushi mentah jadi biasanya saya kasih tamagoyaki sushi plus futomaki sushi tapi yang isinya telur dadar.
Asyiknya disini disediain teh hijau favorit saya gratis, gak bayar biar saya minumnya sampe bergelas-gelas gitu :-)

Makan di Kaiten Sushi ini ada dampak negatifnya loh, borosss!!! Soalnya kita gak bakalan sadar karena harga murah yang ditawarkan. Bayangin aja, tau-tau kita udah ngabisin 40 piring satu keluarga, hihihi............. Gak sadar soalnya kalo udah abis itu piring langsung dicemplungin ke kotak piring yang ada mesin penghitungnya. Nah di kotak itu tertera jumlah porsi sushi yang udah kita makan. Pokoknya hati-hati deh, kudu sadar diri makan disini, hehehe.....

Enaknya di Kaiten Sushi Fleets ini bersebelahan sama toko 100 yen yang ngejual aneka barang, sayuran, snack, minuman, dan segala macem deh sampe time zone juga ada dan semuanya seharga 105 yen termasuk pajak. Jadi abis makan kita bisa belanja.

Buat yang mau jalan2 ke Kyoto, jangan lupa mampir ke Fleets Kaiten Sushi ini. Enak looh!!!

Ini fotonya ngambil di answer.com, lupa foto soalnya, ntar deh laen kali kalo ke sana di foto lagi :-)



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.