evida's posts with tag: film
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini berkisah tentang kisah cinta seorang calon pastor. Dimulai dari Gyu-shik (Kwon Sang-woo) dan Seon-dal (Kim In-kwon) yang merupakan murid sekolah seminari, membuat kekacauan tak disengaja saat upacara misa. Hukuman yang diberikan pun berupa pelayanan gereja di sebuah desa terpencil di Korea sebelum acara pentahbisan sebagai seorang pastor.
Saat pertama datang ke desa, mereka bertemu dengan seorang gadis, Yang Bong-hie yang diperankan oleh Ha-Ji Won. Seorang gadis kota yang berpakaian modis ala anak muda yang juga ternyata merupakan keponakan Pastor Nam, pemimpin di Gereja tempat mereka akan melakukan pelayanan agama.
Hari pertama Gyu Shik bekerja sudah mulai terlibat masalah dengan Bong Hie. Tanpa sengaja, dalam keadaan pingsan Bong Hie mencium Gyu Shik. Ini membuat suatu pengalaman baru bagi seorang pemuda yang sebelumnya tidak mengenal cinta terhadap perempuan.
Bong Hie yang lama tinggal di Amerika memutuskan untuk ke Korea karena tidak ingin berpisah jauh dari pacarnya dan meminta mereka untuk menikah saja. Tapi, yang terjadi justri cowok itu meminta putus dari Bong Hie. Ini membuat Bing Hie kecewa dan memutuskan untuk kembali ke Amerika. Sayangnya, uang untuk pulang tidak cukup dan meminta kepada pamannya ternyata tidak bisa karena uang yang dimiliki pamannya itu adalah uang gereja yang hanya digunakan untuk pelayanan umat. Akhirnya Bong Hie memutuskan kerja di gereja selama sebulan agar bisa membeli tiket pulang.
Kehadiran Bong Hie membuat Gyu Shik menjadi terusik apalagi dengan prilaku Bong Hie yang agak sedikit bebas. Setelah berkonsultasi dengan Pastor Nam, justru Gyu Shik disuruh mengemban misi untuk membaptiskan Bong Hie sebagai salah satu syarat untuk petahbisannya sebagai pastor. Disinilah banyak hal terjadi yang tanpa disadari membuat Gyu Shik menjadi semakin dekat dengan Bong Hie.
Bong Hie sudah menyadari bahwa Gyu Shik itu menyukainya namun Gyu Shik mengelak itu karena dia tetap bersikukuh bahwa Tuhan lah satu2nya yang dia cintai. Sampai akhirnya Gyu Shik kembali ke seminari untuk ditahbiskan menjadi pastor dan saat yang bersamaan Bong Hie pun hendak kembali ke Amerika.
Bagaimana endingnya??? seperti film Korea lainnya yang happy ending, begitu pun dengan film ini. Di detik2 terakhir, Gyu Shik melepaskan keinginannya untuk menjadi pastor dan Bong Hie pun kembali ke desa itu lagi. Mereka bertemu kembali seperti saat mereka bertemu untuk yang pertama kali. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Ini ceritanya anak muda, tentang pelajar cowok di SMA. Sebenernya gak terlalu suka soalnya beda genre aja cuma karena sudah terlanjur nonton sayang kalo gak direview juga :-) Buat yang masih berjiwa muda atau emang masih SMP/SMA pasti suka banget sama film yang satu ini.
Kisah tentang pelajar cowok keren dari 3 SMA yang berbeda yang mengalami peristiwa yang memalukan. Ada cowok androgini yang sok imut, tipikal yang disukai cewek model F4 gitu (pretty boy), ada pemain basket yang jago dan macho banget, dan ada rocker yang disukai kaum muda. Nah, ketiganya ini di waktu yang berbeda saat pulang, di suatu jalan yang sepi (jalannya sama), tokai alias kotoran makhluk hidup, iiiiihhhhh........jijay banget deh. Tapi lucunya, berita itu langsung tersebar di seluruh sekolahan dan justru menjadikan cowok-cowok itu semakin tenar bahkan menjadi foto model segala.
Nah, ada seorang blogger yang menginvestigasi kasus ini. Dia juga seorang pelajar cowok SMA, Kim Kibum. Dia menemukan pola yang sama dari setiap serangan dan memprediksikan kalau korban berikutnya akan berasal dari sekolahnya. Kibum malah sudah memprediksi 3 calon kuat yang akan menjadi korban selanjutnya. Calon tersebut adalah Ketua OSIS yang berwibawa, Ketua Klub Dance, dan Ketua Klub Judo. Kibum juga memprediksikan hari dan bulan kapan kejadian berikutnya akan terjadi dirunut dari pola sebelumnya. Ini semakin membuat heboh di kalangan pelajar, masing2 mencoba menebak siapa korban berikutnya, membuat heboh pula di kalangan guru yang ternyata juga ikut bertaruh siapa berikutnya yang menjadi korban, dan lebih hebohnya justru si calon korban ini pada bersaing untuk menjadi lebih tenar lagi biar bisa jadi korban berikutnya, hahahaha............ gilaaa beneeeerrrr, masa' iya mau dilemparin tokai gitu pada rebutan gini :-p Dibalik semua itu blog Kibum pun semakin tenar dan ratingnya tinggi karena terus memantau perkembangan ketiga calon korban ini.
Nah, ternyata pas hari-H yang diprediksikan Kibum, sang Ketua Judo dan Ketua Dance udah berada disana bersiap-siap untuk dilempari tokai, ahaaakk...ahaaakk. Lucunya meski mereka bersaing toh pada akhirnya mereka berteman juga. Dan ternyata seseorang misterius, pelempar tokai itu adalah Kibum sendiri yang ketahuan oleh asisten investigasinya sendiri, Lee Donghae. Parahnya justru Donghae minta dia yang dilempari tokai biar menjadi cowok paling tenar di sekolahnya. Dan itu terjadi, besoknya berita siapa yang dilempari tokai langsung tersebar di sekolahan dan Donghae pun jadi cowok paling tenar.
Haiyyaaaa............ ini film ada-ada aja deh :-p 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini lumayan bagus buat ditonton. Tapi jika menginginkan film percintaan dengan segala romantisme manusia yang menggebu-gebu tampaknya ini bukan pilihannya. Btw, film ini menang Asia Film Award untuk sutradaranya. Namun, banyak hal natural yang diperlihatkan film ini. Kisah tentang kehidupan seorang perempuan bernama Sin Ae (Jeon Do-Yeon) yang memiliki seorang anak keci, Jun,l dan telah ditinggal mati suaminya. Ia pindah ke Milyang, kota kecil asal suaminya berasal karena suaminya dulu ingin sekali hidup ditempat ini. Sin Ae pun disini bekerja menjadi guru piano.
Sejak awal kedatangan Sin Ae disini selalu dibantu oleh Jong Chan (Song Kang Ho). Mulai membetulkan mesin mobilnya yang rusak saat pertama pindah ke Milyang, membantunya pindah, membantunya menyebarkan brosur les piano, mengurus pertemuan dengan pemilik lahan ketika Sin Ae ingin menginvestasikan semuanya ada Jong Chan. Sin Ae pun menjalankan hari-harinya seperti layaknya orang lain.
Pada suatu malam, ketika Sin Ae baru pulang dari pesta bersama-sama temannya, ia tidak menemukan Jun, anaknya di rumah. Jun ternyata diculik oleh supir jemputan yang mengantarkannya ke sekolah. Si penculik mengira Sin Ae memiliki duit banyak karena tersebar isu kalau Sin Ae ingin berinvestasi tanah di Milyang. Namun sungguh kasihan, ketika tebusan sudah diberikan yang terjadi Jun malah dibunuh dengan cara dipendam di sungai. Sangat keji. Sang penculik berhasil ditangkap tetapi Jun tetap tidak kembali.
Peristiwa ini membuat Sin Ae depresi melanjutkan hidup ini. Awalnya ia tidak percaya Tuhan sampai akhirnya ia seolah mendapat tanda/hidayah untuk mendatangi Tuhan itu sendiri. Sin Ae pun mendapatkan ketenangan karenanya. Sampai suatu ketika Sin Ae mengutarakan pendapat kepada teman2nya untuk mendatangi penjara, menengok pembunuh anaknya. Ia bermaksud memaafkan sang pembunuh dan berusaha mengajarkan kasih Tuhah kepada sesama. Tapi apa daya, yang terjadi justru menyakitkan hati Sin Ae sendiri. Si pembunuh ternyata sudah taubat dan dengan mudahnya mengatakan karena dia senantiasa berdoa setiap hari maka Tuhan pun sudah memaafkan kesalahannya. Ia pun selalu berdoa kepada Tuhan untuk kebaikan Sin Ae.
Sin Ae shock berat karena dia melihat pembunuh itu tidak ada rasa menyesal sedikit pun karena telah membunuh anaknya Jun. Seolah pembunuhan itu tidak pernah ada. Sin Ae marah kepada Tuhan yang dengan mudahnya memaafkan orang itu padahal dia sendiri belum tentu mau memaafkan. Ini membuat Sin Ae kembali menjauh dari Tuhan dan agama. Kembali depresi. Yang ada Sin Ae justru melakukan perbuatan2 yang buruk seolah ia ingin menantang Tuhan.
Pada akhirnya, depresi ini membawa hal yang tidak diinginkan. Sin Ae tanpa sadar berusaha bunuh diri dan ia dilarikan di rumah sakit, selamat, sembuh, dan kemudian siap menjalani hidup baru.
Sampai pada akhir film ini dibuat terlihat sekali Jong Chan senantiasa menemani Sin Ae dengan tulus bahkan terkadang ini membuat Sin Ae gerah dan sebal dengan tingkahnya Jong Chan. Baru sadar ternyata secret sunshine itu adalah Jong Chan itu sendiri. Cahaya yang selalu menemani Sin Ae setiap saat :-) 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Hihihi..... kalo judulnya diartiin dalam bahasa Indonesia jadi salju perawan, kagak ngerti deh itu apa artinya :-p Film ini berkisah tentang cinta 2 orang remaja berbeda negara, yang laki-laki dari Korea, Kim Min (Lee Jun Ki) dan yang perempuan dari Jepang, Sasaki Nanae (Aoi Miyazaki). Yang paling saya suka dari film ini sebenarnya bukan isi ceritanya yang menurut saya datar, biasa saja khasnya percintaan para remaja, tetapi setting filmnya. Film ini dibuat di Kyoto dengan segala tempat yang saya ketahui. Bahkan, daerah tempat saya tinggal Enmachi jelas terpampang disana, hahaha... ge-er banget yah padahal disini mah saya cuma numpang sebentar :-p Mulai dari adegan tabrakan sepeda di Nishioji Sanjo dori, Kyomizudera, Sungai Arashiyama, Jatuh di Kamogawa, hutan bambu Arashiyama, Shimogamo Shrine..pokoknya semua tau deh... ini yang bikin saya tertarik dengan film ini, karena kesamaan tempat. Serasa saya ikutan main film ini, hehehe......
Kisahnya dimulai dari kedatangan Kim Min untuk mengikuti ayahnya yang merupakan professor yang ditugaskan di Kyoto. Min pun menjelajahi Kyoto ini dengan sepedanya dan kelihatan banget disini kalo Kyoto itu indaaaah sekali. Ketika masuk ke sebuah kuil, Min bertemu dengan seorang gadis Kyoto penjaga kuil, Sasaki Nanae. Nanae membantu Min membersihkan luka ditangannya yang sedikit berdarah. Dari situlah Min mulai terpesona dengan Nanae. Jadi inget lagunya Glenn Fredly ....."terpesona ku pada pandangan pertama... dan tak kuasa ku menahan rinduku". Film ini cukup natural dalam dialognya apalagi dengan dua bahasa berbeda, Min yang tetap dengan bahasa Koreanya dan Nanae yang dengan Nihon-go. Sama-sama gak ngerti tetapi tetap berusaha memahaminya *kayak gw banget deh kasusnya kalo lagi ngomong sama Nihon-jin*
Ternyata gak disangka oleh Min kalau ternyata Nanae satu sekolah dengannya. Dan itu semakin mendekatkan dirinya dengan Nanae. Ada satu adegan lucu ketika Kim mencoba mengejar Nanae di jembatan Kamogawa. Karena saking gembiranya bertemu Nanae, Min menjatuhkan peralatan melukisnya Nanae ke sungai. Dan dengan begonya Kim langsung terjun ke Kamogawa yang cetek itu. Biarpun berhasil mendapatkannya tapi ternyata alat2 lukisnya jatuh juga ke sungai, hahaha....
Merasa bersalah, Min berusaha mengganti alat2 lukisnya Nanae dengan cara bekerja menjadi badut. Cuma sebentar hanya saja Nanae tau itu soalnya gak sengaja ketemu langsung. Malu deeeh si Min. Yang kasihan justru udah capek2 beliin ternyata ditolak sama Nanae karena Nanae bilang punyanya yang kecebur air itu masih bisa dipake koq. Kecewa memang tapi justru ini lebih mendekatkan hubungan mereka.
Biasa deh pacaran anak muda, kemana-mana selalu berdua. Ketika di Arashiyama, mereka naik perahu berdua. Nanae bilang ada mitos di Jepun kalo pasangan yang naik perahu berdua bakalan bernasib buruk hubungannya, bisa putus. Kata Min...ah itu mah mitos soalnya di Korea kalo pasangan berjalan di Dolsdam Street juga ditakdirkan berpisah. Tapi katanya kalau jalannya di saat salju pertama turun justru akan berakhir bahagia. Nanae pun mengajak Min ke Kuil Tenryuji... mengisi diari untuk pasangan dan menikmati pemandangan disana.
Dibalik kebahagiannya bersama Min, kehidupan keluarga Nanae justru sebaliknya. Setelah ayah Nanae wafat, ibunya berhubungan dengan laki2 yang suka memukul. Ini membuat Nanae dan adiknya Yuri menjadi trauma dan hidupnya penuh ketakutan. Sampai suatu ketika, Nanae memutuskan untuk meninggalkan Kyoto bersama keluarganya untuk menghindari pacar ibunya yang jahat itu. Dalam pertemuan terakhirnya Nanae berpisah dengan Min tanpa mengucapkan kata dan hanya meninggalkan sebuah jimat yang berisi secarik kertas. Kebetulan saat itu pula Min harus kmbali ke Korea karena neneknya sedang sakit keras dan segera ingin menemui cucu kesayangannya itu.
Sampai di Korea ternyata neneknya gak apa2, mungkin sakit rindu sama cucu kayaknya. Celakanya, jimat yang diberikan Nanae justru diberikan MIn untuk neneknya tanpa sempat membaca isinya terlebih dahulu. Ketika Min kembali ke Kyoto ternyata Nanae sudah mengilang tanpa jejak. Min merasa kecewa dan menganggap Nanae mempermainkannya. Min pun kembali ke Seoul, Korea karena ia merasa tidak punya alasan lagi untuk tinggal di Kyoto. Gimana sih si MIn ini..gak nyadar apa gw ada di Kyoto juga, hehehe.... *ngarep.com*
Dua tahun berlalu. Ternyata Nanae sudah menjadi pelukis ternama dan mengadakan pameran di Seoul, Korea. Di situlah ia bertemu dengan Min tanpa sengaja. Kaget campur senang. Tapi Min tetap merasa kecewa dengan Nanae. Sampai akhirnya Min membaca secarik kertas yang berada di dalam jimat dari Nanae yang dulu diberikan Min ke neneknya. Ternyata surat itu menjelaskan kepergian Nanae dulunya. Min pun napak tilas perjalanan cinta mereka untuk mencari Nanae di Kyoto. Gak disangka ternyata MIn menemukan catatan diari Nanae di kuil Tenryuji. Disitu tertulis kalau Nanae setiap tahunnya selalu mengunjungi Seoul dan berjalan di Dolsdam street saat salju pertama turun dan berharap bertemu Min disana agar kisah cintanya kembali bersatu.
Toh, pada akhirnya seperti kisah percintaan remaja umumnya, ini berakhir bahagia. Mereka bertemu di Dolsdam street pada saat salju turun pertama kalinya dan cerita cinta mereka bersemi kembali.
Jadi Virgin Snow itu maksudnya saat salju pertama turun itu bukan salju perawan, hahahaha................. *geblek emang gw* 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Dulu pertama nonton film April Snow ini pas pulkam tahun kemaren. Nontonnya sama nyokap jam 1 malem di salah satu stasiun tv baru di Indonesia. Nyokap itu penggemar berat film2nya Bae Yong Jun. Katanya BYJ itu adalah cowok terganteng se-Korea, hahaha.... Herannya nyokap kalo nonton film Korea gak bakal ketiduran di tengah jalan, mungkin karena saking menghayatinya kali yah :-p Kalo di Indonesia film ini udah disensor habis2an tapi kalo liat dvdnya di Jepun sini langsung bisa terlihat jelas jadi plot ceritanya juga jelas :-)
Nah ceritanya BYJ ini berperan sebagai In Soo yang merupakan penata lampu untuk panggung besar. Dia mendapat kabar kalo istrinya yang dikira sedang melakukan perjalanan bisnis itu mengalami kecelakaan mobil, tabrakan. Ketika sedang mengurus masalah kecelakaan ini di kantor polisi, In Soo bertemu Seo Young (Son Ye-Jin), perempuan yang suaminya mengalami kecelakaan bersama istrinya In Soo di suatu kota kecil di Samchuk.
Awalnya mereka tidak mengira kalau kecelakaan ini membongkar perselingkuhan pasangannya masing-masing. Istri In Soo dan suaminya Seo Young itu ternyata selingkuh sejak lama. Hancur lah hati kedua pasangannya. Depresi kali yah sampai gak bisa tidur karena penasaran dengan perselingkuhan itu sedangkan pelakunya dalam keadaan koma, tidak sadar.
Secara alamiah karena ingin mengetahui lebih banyak tentang perselingkuhan itu justru malah mendekatkan In Soo dengan Seo Young. Mungkin karena mereka merasa korban maka mereka lebih dekat apalagi tempat penginapan mereka pun sama. Mereka pun justru mengulang kesalahan pasangan masing-masing, akhirnya berdua pun selingkuh.
Kedekatan mereka pun menjadi penghibur hati saat menemani pasangan masing2 yang sedang koma. Mereka mulai membuka diri dan menemukan banyak persamaan yang semakin mendekatkan. Mulai saling menanyakan kesukaan masing2. Misalnya musim apa yang disukai. Jika Seo Young suka dengan musim semi maka In Soo suka dengan musim dingin. Seo Young bilang ia pun sebenarnya suka dengan salju dan berharap saat musim semi pun salju diharapkan turun :-)
Sayang kedekatan mereka ini terhenti ketika istri In Soo mulai sadar dari komanya. Dan pada akhirnya suami Seo Young pun meninggal dunia. Dilematis banget buat In Soo karena sebenarnya ia mencintai Seo Young tapi kenyataannya istrinya telah siuman dari sadarnya.
Film ini akhirnya diakhiri dengan hujan salju di musim semi. Percaya gak percaya kayaknya saya gak percaya, hehehe.... Tapi ini gak tau juga yang didalam mobil itu Seo Young apa istrinya In Soo.... dasar nih sutradara bikin penasaran aja :-p1`
Ini filmnya mirip banget sama film Random Hearts-nya Harrison Ford dan Kristin Scott Thomas. Cuma kalo ini karena kecelakaan mobil, di Random Hearts karena kecelakaan pesawat terbang, biasalah Hollywood.... duitnya gede jadi rada elit juga kecelakaannya, hehehe......... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini pesannya bagus banget terutama untuk orang yang memiliki kelebihan berat badan agar tidak minder. Berkisah tentang kehidupan Jazmin Biltmore, seorang perempuan kulit hitam yang memiliki kelebihan berat badan sejak kecil. Jazmin berusaha mati-matian untuk kurus karena seringkali diejek dan dia ingin menemukan cinta sejatinya. Jazmin berpikir kalo tidak ada laki-laki yang menyukai perempuan bertubuh subur dan lebih menyukai yang kurus. Jazmin ini bekerja sebagai saleswoman di butik Bloomingfelds.
Ada adegan yang gw suka ketika si Jazmin pengen beli makanan fast food rendah kalori dan saling mengejek. Si penjual ngejek Jazmin gendut dan sebaliknya Jazmin ngejek si penjual jelek. Ini bener2 gaya orang kulit hitam, keren abis :-)
Nah, si Jazmin itu sering banget menggunakan pil diet sampai akhirnya gara2 pil itu dia memenangkan undian jalan-jalan seminggu ke Palm Spring, hotel bintang 5. Jazmin sebenarnya males pergi tapi karena ajakan sepupunya yang kurus, Mia dan sahabatnya, Stacy yang juga bertubuh subur akhirnya Jazmin mau juga mengambil hadiah liburannya itu.
Sampai di Palm Spring, ini banyak adegan lucunya. Mulai dari shower clothes yang gak muat di tubuh Jazmin dan Stacy, ingin badannya di message tapi ternyata matrassnya gak muat menampung tubuh besarnya. Mau berenang pun malu dengan pakaian renang dan tubuh yang besar. Sampai akhirnya Mia, sepupunya yang kurus meminta Jazmin dan Stacy menemuinya di kolam renang karena ia ingin memberitahu keduanya tentang cowok gebetan baru yang dilihatnya di kolam renang. Cowok itu namanya Dokter Thunde, orang Nigeria yang sedang ikut konferensi di Palm Spring. Di Film ini Dr Thunde digambarkan sebagai sosok pria yang bertubuh atletis, pintar, tampan dan mudah bergaul.
Gak nyangka ternyata Dr. Thunde ternyata suka sama Jazmin yang bertubuh subur, bukan Mia yang kurus. Dan teman2 Dr Thunde, Dr. Akibo pun senang pula dengan Stacy bukannya Mia. Ternyata pria Nigeria justru menyukai perempuan tubuh subur dan menganggap perempuan yang kurus justru penyakitan, hehehe...
Awalnya Jazmin kaget dan tidak percaya, meski kemudian dia menikmati hubungannya dengan Thunde sampai akhirnya ketika Jazmin melihat Thunde mengobrol dengan perempuan blondi yang kurus, membuat dirinya cemburu dan hilang kembali rasa percaya dirinya. Akhirnya Jazmin memutuskan hubungannya dengan Dr Thunde dan pulang kembali ke rumahnya.
Jazmin mulai kembali dengan program dietnya yang membuat dirinya stress dan pening. Sampai akhirnya dia membuang semua itu dan mencoba meyakinkan dirinya untuk mencintai dirinya sendiri apa adanya dan menjadi gendut bukanlah hal yang memalukan.
Sampai pada suatu saat Jazmin menemukan peluang bagi dirinya untuk lebih mengembangkan bakat dirinya menjadi desainer busana untuk orang2 bertubuh subur di Bloomingfelds. Sampai pada akhirnya Jazmin menjadi desainer terkenal dan memutuskan untuk ke Nigeria dan bertemu Dr Thunde untuk menjelaskan sekaligus meminta maaf mengapa ia dulu meninggalkannya begitu saja di Palm Spring. Dengan ditemani oleh Stacy dan Mia, Jazmin pun ke rumah Dr Thunde di Nigeria. Awalnya mereka mengira Thunde sudah menikah dengan perempuan Nigeria karena salah paham dengan maid-nya Thunde yang gak bisa berbahasa Inggris tapi Jazmin bersikeras untuk tetap bertemu dengan Thunde meski menurutnya Thunde sudah menikah sekalipun. Ternyata... akhirnya bahagia dan lucunya Mia yang kurus itu mulai makan banyak agar bisa menjadi gemuk dan mendapatkan pria Nigeria yang memang menyukai perempuan gemuk.
So, phat is not a word for fat but it stands for pretty, hot, and thick :-) 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Pengen banget nonton film yang agak jadul. Gak taunya nemu film yang dibintangin sama Cher dan Nicolas Cage pas masih imoet, lucu banget mukanya dan rambut depannya pun masih utuh, belum terkikis, hihihi........
Film ini berkisah tentang orang Italia di Amerika. Cher berperan sebagai Loretta Castorini yang merupakan perempuan matang dengan penampilan yang agak2 old fashioned. Ia bertunangan dengan Johnny Cammareri yang sudah agak tua. Film ini sebenarnya bercerita tentang banyak tokoh di keluarga Castorini. Tentang Bapaknya Loretta, Cosmo yang selingkuh, tentang Ibunya Loretta, Rose yang suka menyendiri dan makan sendiri di resto, dan tentang kakeknya, yang suka jalan-jalan dengan membawa anjing yang banyak.
Nah, suatu ketika si Johnny pengen berkunjung ke tempat ibunya di Italia. Katanya Ibunya sekarat dan membutuhkan dirinya. Johnny meminta Loretta untuk bertemu dengan adiknya Ronny Cammareri yang diperankan oleh Nicolas Cage. Gak nyangka ternyata mereka malah selingkuh. Awalnya Ronny ingin membalas dendam kepada kakaknya atas peristiwa yang menimpanya dahulu. Tangan kirinya rusak karena masuk ke dalam mesin penggiling akibat ngobrol dengan kakaknya Johnny. Menurutnya Johnny telah mengalihkan perhatiannya bekerja sehingga kecelakaan itu terjadi. Fatalnya, pacarnya Ronny pun meninggalkannya akibat tangannya yang rusak itu. Nah, gantian sekarang dia merebut Loretta dari tangan kakaknya.
Tidak disangka juga ternyata kedua-duanya benar-benar jatuh cinta. Loretta sadar kalau itu salah dan dia mengatakan kepada Ronny bahwa ia akan menikah dengan Johnny, kakaknya jadi sebaiknya jangan dilanjutkan dan lupakan saja. Ronny pun mengajaknya nonton opera untuk terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan mereka. Lucunya Loretta justru tanpa disadari merubah penampilan dirinya menjadi lebih cantik. Pergi ke salon, belanja gaun malam di butik terkenal, menggunakan parfum... semua hal yang feminin yang awalnya dia sendiri jarang melakukannya. Sueerrr......... disini Cher jadi cantiiiiik banget. Gw aja yang perempuan sampai pangling gitu. Soalnya Nyokap Bokap gw dulu penggemar Cher banget, katanya cantik, mukanya khas Italia, dagunya runcing, dan itu gw baru menyadarinya di film ini. Kalo gw aja pangling nah Nicolas Cage atau Ronny juga pangling, makin jatuh cinta lah dia. Nah disini klimaks yang terjadi. Tidak disangka juga Loretta bertemu Cosmo ayahnya dengan selingkuhannya Mona di gedung opera. Ayahnya pun menemukan kalau Loretta pergi dengan Ronny dan menyadari kalau anaknya pun selingkuh. Dua-duanya memegang kartu as masing-masing.
Di satu sisi, Rose, Ibunya Loretta yang biasa makan malam sendiri di Resto Italia bertemu lelaki paruh baya tetapi umurnya lebih muda darinya bertengkar dengan kekasihnya yang jauuuuh masih muda. Rose pun mengajak pria tersebut makan malam dengannya dan berbicara lebih banyak. Ketika pulang, mereka berdua pun bergandengan tangan. Saat itu justru kakeknya Loretta, bapak mertuanya Rose yang sedang berjalan bersama anjing2nya memergokinya. Dikiranya Rose selingkuh juga. Padahal sebenarnya mereka hanya menikmati suasana malam saat bulan purnama bersinar indahnya. Tidak lebih dari itu, bahkan Rose pun tidak sampai hati mengkhianati suaminya yang telah membohonginya.
Loretta merasa bersalah dan dia ingin mengakui hal ini kepada Johnny. Tidak disangka juga ternyata Johnny tiba dari Italia malam ini dan mencarinya saat itu juga dan sayangnya Loretta justru tidak pulang malam itu. Esok paginya Loretta baru pulang ke rumah ortunya. Disana berkumpul semua keluarga Castorini, Johnny dan Ronny Cammareri. Awalnya semua bingung sama sekali mau ngomong apa, kaku, kikuk sampai akhirnya Johnny bilang kalo ia mau membatalkan pernikahan dengan Loretta karena Ibunya yang sekarat ternyata sembuh dan sehat walafiat lagi. Semua bengong tapi senang dengarnya. Ternyata alasannya menikah dengan Loretta adalah karena ibunya itu bukan karena cinta. Setelah itu Ronny langsung mengajukan lamaran untuk menikahi Loretta di depan semua orang dan disambut gembira oleh Loretta. Jelas Johnny langsung bingung melihat semua ini, hihihi... gw aja ngakak ngeliat roman muka bingungnya. Dan disini di depan semua orang juga, Rose meminta agar suaminya Cosmo meninggalkan selingkuhannya. Meski agak marah awalnya ternyata Cosmo berjanji untuk berhenti selingkuh. Jelas yang bengong nambah satu lagi, kakeknya Loretta alias bapaknya Cosmo. Soalnya dia mengira Rose lah yang selingkuh, gak taunya anaknya yang selingkuh, bengong juga dia.... hihihihi... filmnya diakhiri dengan akhir yang bahagia plus dua orang yang bengong :-p
Lumayan deh nonton film ini. Bisa liat wajah cantiknya Cher yang kayak boneka plus imoet-imoetnya Nicolas Cage, hehehe......... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Animation |
Saya sudah nungguin film ini lama sekali. Soalnya di rental deket rumah saya, ini termasuk film laris yang gak pernah sepi peminjam. Selalu kuciwa kalo ngeliat boks film ini dalam keadaan kosong sampai suatu hari ketika saya memutuskan gak ikut suami ke rental karena malas, eeeh pulangnya malah suami membawa film ini. Girang banget tentunya dan cepet-cepet mau nonton.
Huhuhu... ternyata salah sangka, kirain film anak-anak yang lucu tetapi tidaaak. Ini ternyata juga film horror menurut saya, film animasi yang menyeramkan. Saya sama Icha sepanjang nonton film ini sampai harus memeluk bantal agar bisa menutupi mata ini jika adegan horror sudah mulai muncul.
Film ini berkisah tentang rumah tua yang dimiliki oleh Lelaki tua Nebbercracker yang letaknya persis di depan rumah seorang anak laki-laki tanggung yang bernama DJ Walter. Nah, DJ ini suka banget memata-matai rumah Nebbercracker (NC) dengan teleskopnya soalnya dia menganggap kalo si NC itu aneh banget. Masa` sih gak ada orang satupun yang boleh mendekati rumahnya bahkan menginjak rumput halamannya sekalipun. Bahkan kalo ada mainan yang tertinggal disana selalu diambil sama NC. Saya pikir pertama ngiranya si NC itu pecinta kebersihan atau phobia sama rumah kotor, tapi ternyataa...... iiihhh syereeem :O
Sampai suatu ketika si DJ dan temannya Chowder mencoba menyelidiki lebih jauh tentang NC. NC pun marah sampai akhirnya DJ membuat NC terkena serangan jantung dan dikira oleh DJ dan Chowder kalo NC sudah meninggal meskipun sebenarnya tidak. Saat ditinggalkan oleh NC, rumah kediaman NC pun kelihatan tidak terawat dan tampak sedih/muram. Siapa sangka kalau ternyata rumah NC itu hidup. Rumah itu seperti monster yang mencoba menelan siapa saja dan apa saja yang mendekatinya. Bahkan Bones, pacarnya Zee yang menjadi babysitter DJ serta petugas polisi Landers dan Lester ikut ditelan oleh rumah NC
Ketika Jenny, seorang gadis sekolahan yang menjual coklat hadir dan bergabung dengan DJ dan Chowder karena suatu hal untuk menyelidiki lebih jauh tentang rumah NC. Ternyata mereka menemukan bahwa sebenarnya rumah itu hidup dan rumah itu menurut mereka dihantui oleh seorang perempuan gemuk yang meninggal di dalam rumah itu. Perempuan itu namanya Constance. Mereka kemudian mengalami petualangan menyeramkan di dalam rumah NC sampai pada akhirnya mereka bisa keluar dari rumah itu.
Saat keluar dari rumah itu, DJ bertemu dengan NC yang masih hidup. Keduanya sama2 kaget dan akhirnya berdua pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa Constance yang diketahui DJ adalah perempuan yang amat dicintai oleh NC dan tanpa sengaja meninggal terkubur didalam rumah itu saat pembangunan rumah itu dilakukan. Constance yang terjatuh karena kehilangan keseimbangan setelah berusaha mengusir orang yang hendak mengganggu dia dan rumahnya. Oleh karenanya Constance meninggal dengan tidak tenang dan dirinya melalui rumah itu berusaha membuat orang tidak mendekati rumahnya.
NC pun mencoba mengatakan pada Constance yang menjelma pada diri rumahnya itu agar berhenti berbuat seperti itu, tetapi rumah itu menolak dan NC terpaksa akan meledakkan Constance. Constance marah dan ternyata rumah itu yang merupakan penjelmaan Constance mencoba mengejar NC, DJ, Chowder, dan Jenny. Ini adegan yang paling menyeramkan menurut saya. Udah ngebayangin gimana kalo saya yang dikejar sama rumah setan kayak gitu. iiiih............
Pada akhirnya rumah alias Constance itu hancur diledakkan dengan dinamit melalui jantungnya yang berada di tungku perapian. NC pun akhirnya hidup bebas dan semua happy ending. Aaahhh........ senengnya :-)
Yang saya suka adalah film ini dibuat animasi jadi efek dramatisirnya pas dan lebih bagus hasilnya. Kalo bukan animasi dan dibintangin sama orang, gak jamin deh apa akan sekeren ini hasilnya. Buat yang suka film animasi dan film horror ini kayaknya wajib buat ditonton deh... buat yang penakut kayak saya tapi ngebet pengen nonton siap2 aja bantal buat nutupin matanya kalo ada adegan seremnya :-p 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Gw asli telat nonton Harry Potter ini baru sekarang. Kemana aja bu *lol* Sebetulnya gak ada alesan apa2 sih kecuali pas gw mo nonton pas pulkam kemaren agak males karena ada dua krucils yang gak bisa gw tinggalin ke bioskop gitu aja. Trus pas balik kyoto sini udah abis di sinema dan blum ada di rental. Di rental pun gw kudu nunggu lama karena kalo masih baru selain rebutan harganya bisa 3-4 kali lipat dengan tempo peminjaman yang cuma sehari, hehehe........... Mungkin dengan alesan kayak gini gw blom bisa dibilang penggemar sejati Harry Potter kali yah :-p
Menurut gw sih lebih asik film HP yang sebelum2nya daripada yang sekarang. Ada perubahan sana-sini yang gak sesuai prediksi awal gw terutama untuk peran Dolores Umbridge yang kurang gregetnya kecuali saat-saat terakhir pas dibawa lari sama para Centaurs, asli gw ketawa ngakak. Trus tokoh Loony alias Luna Lovegood yang seharusnya more loony than she is dan seharusnya ditunjukin dong berita2 di koran bokapnya plus Rita Skeeternya mana????
Tapi gw tetep suka sama Si Kembar Weasley, asli kocak. Pastinya gw mengharap di film selanjutnya ada kisah doi bersama The Zonko. Dan two thumbs up buat Ralph Fiennes yang keren banget sebagai Voldemort yang mencoba mempengaruhi Harry lewat luka di dahinya. Pantes deh, peraih oscar ini bisa memerankan tokoh Tom Riddle ini dengan bagus banget, menurut gw. Sayangnya HP selanjutnya gw bakalan gak bisa nonton akting Gary Oldman as Sirius Black yang dibunuh pake mantra Adabra Kedavra sama sepupunya sendiri Bellatrix Lestrange yang dimainin sama Helena Bonham dengan sempurna, mirip sama bayangan gw sebelumnya.
Ini gw kasih bintang 4 aja deh secara lebih rame baca bukunya daripada nonton filmnya 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Sebenarnya udah lama pengen nonton film ini cuma karena ketakutan terbesar gw gak ada subtitle Inggrisnya lah yang menyebabkan gw baru nonton film ini kemaren malem, takut bow serasa nonton film charlie chaplin, hehehe............
Gw acungin dua jempol untuk film ini apalagi gw gak doyan yang namanya film perang, so ini menurut gw bagus banget. Kenapa?? pertama karena ini film yang buat orang Hollywood tapi pake sudut pandang tentara Jepun, jarang2 kan yang begini. Kedua, jaminan banget deh kalo yang produserin itu Steven Spielberg apalagi sutradaranya Clint Eastwood, dan ketiga, yang maen Ken Watanabe, hehehe..... *penggemar nih*
Dimulai dengan kisah Saigo, seorang pembuat roti yang terpaksa dikirim berperang pada PD II dengan meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung. Sebenarnya Saigo ini setengah hati ikut berperang apalagi ditempatkan di Iwo Jima ini yang jauh dari daratan utama Jepang, bosan dengan kerjaannya yang menggali pasir, terowongan, gak bisa menembak, dan suka dijadikan bulan2an atasannya. Saigo berharap ia tidak mati dalam perang ini dan bisa kembali bertemu istri dan anaknya.
Nah, Letjen Tadamichi Kuribayashi yang diperankan oleh Ken Watanabe ini datang ke Iwo Jima dan mengatur strategi untuk perang melawan pihak Amerika yang rencananya akan mengambil Iwo Jima untuk dijadikan pangkalan militer. Hebat, salut dengan strateginya yang menurut gw cemerlang..... lebih memusatkan pertahanan di tengah daripada di pantai mengingat armada dan pasukannya sedikit. Hanya saja, Jepang pusat tidak mengirimkan bantuan sama sekali kepada pihak Iwo Jima ini karena lebih fokus untuk melindungi mainland-nya. Kasiaaan banget gw ngelat perjuangan mereka ini menghadapi kekuatan Amerika yang bujug buneng buaaaannnyyyaaak banged.
Ketika semakin terdesak dan sebentar lagi dipastikan kalah, pimpinan tempat Saigo ditempatkan memutuskan untuk harakiri bersama pasukannya. Jelas Saigo gak mau apalagi dia sempat mendengar kalau Letjend Kuribayashi justru tetap ingin berperang sampai mati jadi gak mau harakiri. Saigo bersama Shimizu, temannya di pasukan ini menjadi orang terakhir yang seharusnya melakukan harakiri meski akhirnya mereka tidak melakukannya dan bergabung dengan pasukan lainnya.
Salut sama peran Letkol Takeichi Nishi yang merupakan peraih emas di olimpik untuk lomba berkuda yang sense humanity-nya tinggi sekali.... padahal perang kayak gini.
Di saat2 terakhir, Letjend Kuribayashi langsung memimpin perang untuk terakhir kalinya meski ia tau akan kalah. Lucunya Saigo yang rasa patriotisme sudah mulai bangkit dan siap mati untuk negaranya justru ditempatkan untuk menjaga terowongan rahasia dan bertugas untuk membakar semua peralatan dan dokumen rahasia Jepun di Iwo Jima. Meskipun demikian, ada satu buah tas kulit besar berisi surat2 yang dia kubur di terowongan itu, tidak ikut dimusnahkan.
Ketika Saigo berusaha menyelamatkan Letjend Kuribayashi yang kemudian harakiri. Ketika Letnan Fujita yang justru meninggal tertembak saat mencoba membunuh Kuribayashi untuk kehormatan Kuribayashi itu sendiri daripada mati ditangan Amerika. Dan ketika Saigo marah dan ingin melawan pasukan Amerika yang ingin menangkapnya karena mungkin tinggal Saigo lah satu2nya pasukan Jepang yang masih hidup adalah akhir yang menarik, terutama ketika ia tersenyum karena tetap masih hidup dan berpeluang untuk bertemu dengan istri dan anaknya.
Dan ternyata, tas kulit yang dikuburkan Saigo berisi surat2 dari para tentara Jepun di Iwo Jima untuk keluarganya. Surat2 yang menggambarkan kehidupan mereka di Iwo Jima. Surat2 tentang rasa rindu untuk bertemu. Dan surat2 yang menjadi saksi bisu patriotisme tentara Jepun untuk memperjuangkan Iwo Jima sebagai bagian dari tanah airnya...
Sebenarnya banyak yang harus diceritakan misalnya tentang Shimizu yang menyerah ke Amerika karena ingin terus hidup tapi justru malah dibunuh oleh tentara Amerika itu sendiri. Juga tentang Letnan Ito yang sok patriotik tapi sebenarnya seorang pecundang dan lainnya.........
Kayaknya lebih enak nonton film ini daripada baca resensinya :-) 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini berkisah tentang perasaan seorang perempuan bertubuh subur alias ndut terhadap pria ganteng, teman di tempat kerjanya. Karena gw juga termasuk bertubuh subur maka gw ngerti banget perasaan si cewe di film ini :-)
Awalnya dikisahkan Kang Han-na yang dimainkan oleh Kim Ah-jung itu adalah perempuan ndut yang bekerja sebagai pengisi suara/vokalis rahasia/ lip-singer dari seorang penyanyi korea terkenal 'Ammy'. Semuanya bahkan saat konser, rekaman, itu suara Ammy yang ngisi Kang Han-na. Nah Kang Han-na ini jatuh cinta sama komposer yang nanganin musiknya Ammy yaitu Sang Jun (Ju Jin-mo). Biasalah si Kang Han-na hanya bisa memendam perasaannya karena dia minder dengan tubuhnya itu.
Pada suatu pesta, ternyata si Ammy yang mengetahui perasaan Kang Han-na mempermalukan Kang Han-na di depan Sang Jun. Ini membuatnya malu dan frustasi sampai tidak mau masuk kerja. Kang Han-na bahkan nekad melakukan operasi plastik untuk mereparasi seluruh bagian tubuhnya agar menjadi langsing. Gak tanggung2, satu paket bow ngelangsinginnya, dalam sekejap!
Nah pas udah langsing, Kang Ha-na merubah namanya menjadi Jeanny. Jeanny balik menemui Sang Jun yang ternyata tidak mengenalinya sama sekali. Apalagi saat itu ada pemilihan vokalis rahasia sebagai pengisi suara Ammy yang dulu dijalankan oleh Kang Ha-na sendiri. Semuanya kaget ketika mendengar suaranya yang mirip dengan Kang Ha-na tapi orangnya beda tapi tetap tidak menyadarinya. Awalnya orang menyetujuinya menjadi vokalis rahasia untuk Ammy, tapi ternyata Sang Jun punya rencana lain. Ia justru ingin mengorbitkan Jeanny menjadi penyanyi sesungguhnya karena selain Jeanny punya tubuh yang langsing, suaranya pun bagus banged. Nah, saat-saat inilah klimaks antara hubungan Kang Ha-na aka Jeanny dengan Sang Jun terjadi. Sang Jun perlahan mulai menyukai Jeanny dan bahkan mulai bisa menguak rahasia bahwa Jeanny adalah sosok baru dari Kang Ha-na.
Pertentangan batin Jeanny pun terjadi, terutama saat ayah Kang Ha-na dibawa oleh temannya untuk bertemu Jeanny. Jeanny ketakutan kalau sang ayah bisa mengenalinya dan orang2 tau bahwa sesungguhnya dia adalah Kang Ha-na, perempuan ndut yang desperate soal cinta.
Toh,pada akhirnya film ini ditutup dengan ending yang manis. Bukan dengan akhir dimana Sang Jun mencintai Jeanny. Tapi dengan kepercayaan diri pada Jeanny bahwa sesungguhnya orang itu dicintai tidak dilihat dari postur tubuhnya, melainkan dari kebaikan yang terpancar dihatinya.
Dooohh.... nonton film ini bikin gw jadi pe-de, hehehe........ 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini dibintangi juga sama Joong Woo-Sung, aktor Korea favorit gw *abis ganteng banged siihh, hehehe....* Film ini berkisah tentang cinta segitiga antara pembunuh bayaran (Joong Woo-Sun as Park Yi), pelukis (Gianna Jun as Ji-Hyun) , sama detektif polisi (Sung Jae-Lee as Jeong Woo). Keren menurut saya plotnya. Nah, gw suka sama perannya Joong Woo-Sung disini, penjahat tapi hatinya baik banged *emang ada yah yang kayak gitu???*
Nah, film ini berawal dari seorang perempuan Korea yang tinggal di Italia bersama kakeknya. Dia kerja jadi pelukis di taman umum gitu. Nah, pernah suatu saat ketika lagi jalan2 ke sebuah desa, Ji-Hyun ingin melukis bunga2 daisy yang sedang bermekaran di padang rumput. Untuk mencapai padang rumput itu, dia harus melewati jembatan dari sebatang kayu. Pas baliknya Ji-Hyun jatoh dari jembatan itu, untung aja sungainya gak dalem tapi kantong yang berisi peralatan melukisnya hanyut kebawa arus.
Esoknya saat ingin melukis daisy di tempat yang sama, ternyata jembatannya sudah diperbaiki, jadi jembatan yang lebar gak cuma dari sebatang kayu lagi, lebih kokoh dan digagangnya terdapat peralatan melukisnya Ji-Hyun yang pernah hanyut itu. Akhirnya si Ji-Hyun memberikan lukisan kepada orang yang memperbaiki jembatan itu dengan cara menggantung lukisan itu di jembatan *soalnya doi gak tau bow siapa orangnya* Anehnya setelah itu, di tempat tinggalnya Ji-Hyun setiap hari dikirimi bunga daisy. Dan Ji-Hyun gak pernah tau siapa pengirimnya.
Ketika Ji-Hyun sedang melukis di taman, ada seorang pria korea (Jeong Woo) yang minta dilukis. Mereka lalu berkenalan dan berteman baik bahkan pada akhirnya Ji-Hyun suka sama Jeong Woo. Ternyata Jeong Woo ini seorang detektif polisi yang menyamar untuk menangkap penjahat. Dan entah kenapa si Ji-Hyun mengira kalau si Jeong Woo itu adalah pria misterius yang kerap memberinya bunga daisy, padahal itu bukan. Si Jeong Woo juga gak membantah lagi pas Ji-Hyun bilang tentang cerita daisy itu *dooohhh.... nih cowo bo'ong banged siihh, ngaku2 gitu* Parahnya si Jeong Woo itu justru melibatkan si Ji-Hyun tanpa disadari untuk menangkap penjahat yang sedang dia cari. Akhirnya tau sendiri pas ada acara tembak menembak, Si Jeong Woo terluka dan Ji-Hyun tertembak di lehernya, nyaris mati dan langsung rusak pita suaranya, gak bisa ngomong bow!
Nah, karena merasa bersalah si Jeong Woo balik ke Korea tanpa pamit ke Ji-Hyun dan ini bikin dia merasa sedih. Pada saat itu, datenglah Park Yi yang pembunuh bayaran itu yang sebenarnya juga sang 'pria misterius'. Berkenalan sampai akhirnya berteman dan Park Yi berusaha menghibur Ji-Hyun yang sedang sedih.
Jeong Woo pun kembali ke Italia dan berusaha untuk menangkap pembunuh bayaran yang selama ini dicari2. Jeong Woo pun ketemu Park Yi di tempatnya si Ji-Hyun, mereka kenalan. Park Yi tau kalo si Jeong Woo itu polisi interpol tapi sebaliknya Jeong Woo itu gak tau kalo sebenarnya Park Yi lah orang yang dicari selama ini. Sampai pada akhirnya Jeong Woo menyadari eeh malah Jeong Woo mati tertembak. Ji-Hyun pun perlahan menyadari kalo si Park Yi itu pembunuh bayaran dan mengira Park Yi lah yang membunuh Jeong Woo. Padahal bukan. Yang membunuh Jeong Woo itu adalah sesama pembunuh bayaran di agen yang sama dengan si Park Yi dan yang menyuruh membunuh Jeong Woo itu adalah boss-nya si Park Yi itu sendiri.
Agak rumit memang kisahnya. Pada akhirnya pun Ji-Hyun menyadari bahwa selama ini yang dia cintai, selama ini yang selalu menolong dia dan ada disisinya adalah Park Yi. Dan saat bertemu kembali dengan Park Yi malah tewas tertembak karena ada adu senjata antara interpol dan para penjahat. Tragis... Park Yi marah dengan kematian Ji-Hyun yang dicintainya, dia lalu pergi untuk menghabisi para pembunuh bayaran dan boss-nya sendiri yang dia anggap paling bertanggungjawab atas kematian Ji-Hyun.
Wuiiihhh.... panjang juga yaakk. Serius banget sih gw nulisnya :-P 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Ini filmnya udah lama cuma baru nonton kemaren2 ini di wongsetress.com *hayoo siapa nih yang ngasih unjuk situsnya, hehehe...*
Ini film saya banged gitu loh. Entah kenapa dari dulu saya suka banged sama film drama percintaan yang mengharu biru, penuh perjuangan, agak mellow dan akhir yang bahagia. Makanya gak heran, pas nonton film ini dapat dipastikan ini langsung jadi favorit dan bisa ditonton berulang-ulang.
Film ini diadaptasi dari drama tv jepun. Dibintangi sama Joong Woo-Sung yang super ganteng maen jadi Chul Soo dan Son Ye-Jin (Su-Jin) yang biasa aja menurut gw *cakepan gw deh kayaknya, whuahaha...... ngiri.com*.
Awalnya mereka bertemu tanpa sengaja, di depan kombini atau toko 24 jam, di depan pintu. Saat itu Chul-Soo lagi megang sekaleng minuman softdrink trus berpaspasan sama Su-Jin. Karena Su-Jin lagi desperate sama masalahnya, eeh liat minuman kaleng di tangan Chul Soo langsung deh maen ambil dan langsung tenggak. Ini awal pertemuan mereka, trus gak nyangka juga mereka ketemu lagi karena ternyata Chul-Soo itu tukang bangunan yang kerja sama bapaknya Su-Jin. Then, seperti cerita2 romantis lainnya, hubungan ini meski gak mulus jalannya akhirnya nyampe juga ke jenjang pernikahan.
Nah, pas udah nikah ini mulai deh klimaksnya. Ternyata si cewe, Su-Jin menderita alzheimer alias penyakit syaraf yang mengakibatkan pikun atau menghilangnya ingatan satu persatu. Sampe akhirnya dia lupa sama suaminya sendiri si Chul Soo, huhuhu....... dari sini gw udah mulai nangis sesegukan yang kata suami udah kayak apaan tau :-p Sedihnya lagi karena penyakit itu mengakibatkan hilangnya memori dimulai dari memori paling baru baru kemudian mengikis yang lama, suaminya malah dipanggil sama nama mantan pacarnya yang dulu. Whoaaa.... gimana gak sedih coba, gw aja ampe seember nangisnya gara2 adegan ini. Salutnya si suami, Chul Soo justru bisa menerima itu. Sampe akhirnya si Su-Jin jadi ngerasa tidak enak dengan penyakitnya ini dan takut menyusahkan suaminya, dan memutuskan untuk menghilang gitu. Si Chul Soo jadi sediiih banget *andai gw bisa disitu untuk menghiburnya, hueeeekkkk......* Pastinya doi gak patah semangat untuk terus nyari istri tercintanya itu.
Finally.... Chul Soo ketemu juga sama istrinya yang memang udah beneran lupa sama dirinya. Tapi karena emang si Chul Soo itu ganteng *apa coba hubungannya* maksud gw karena dia sangat cinta istrinya, dia mencoba banyak cara agar si istri bisa ingat dia walau sedikitpun. Salah satunya adalah kembali di saat pertemuan pertama mereka di kombini dimana Chul Soo memegang sekaleng minuman bersoda.
Sebenarnya bingung juga akhirnya, apakah Su-Jin sembuh *emang bisa yah alzheimer sembuh gitu aja* atau apa yang pastinya akhirnya mereka terlihat sangat bahagia :-) 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Sebenarnya saya sudah lama nonton film ini dan sudah ditulis juga reviewnya tapi di blog saya yang satu lagi. Dan gak ada salahnya kalau saya menaruhnya kembali di blog baru ini. Siapa tahu bisa bermanfaat buat para MP-ers.Film ini judulnya `In Her Shoes` yang dibintangin sama Cameron Diaz dan Toni Collette. Filmnya sederhana tapi menyentuh hati saya banget. Saya suka banget sama aktingnya mereka berdua sebagai sosok adek-kakak, pas bener. Dan gara2 ini, saya jadi kangen banget sama kakak dan adek2, sampe kebawa2 mimpi segala, hikshikshiks ................. Ceritanya dimulai dengan penggambaran karakter yang berbeda dari sang kakak, Rose (Toni Collette) dengan adeknya, Maggie (Cameron Diaz). Rose adalah sosok yang pintar cerdas, mandiri, agak2 introvert soal social relation dan punya pekerjaan bagus sebagai lawyer. Nah, si Maggie ini justru kebalikannya, cantik dan suka memanfaatkan kecantikannya ini untuk mendapatkan keuntungan dari lawan jenisnya, supel, suka hura2 tapi jobless. Konflik dimulai ketika Maggie diusir dari rumah sama ibu tirinya gara2 udah terlalu sebel ngeliat tingkah laku Maggie yang amburadul (menurut saya sih emang tuh ibu tirinya aja yang agak2 reseh :-P). Terpaksa deh tinggal sama Rose, suka enggak suka namanya juga adek sendiri .. ya udah diterima. Rose mulai membantu adeknya untuk nyariin kerjaan meski kadang2 Maggie marah dan selalu bilang kalo manfaatin kecantikan untuk nyari duit gak bakalan bertahan lama soalnya kalo kita udah tambah tua pasti deh cowok2 itu gak bakalan tertarik lagi. Udah deh, itu kan urusan gw, Maggie said. Tapi, lama2 kehadiran Maggie dirasakan merusak kehidupan Rose itu sendiri, tau sendiri kan gayanya Maggie, apalagi Maggie doyan banget ngobrak-ngabrik isi rumahnya Rose. Apalagi pas nemuin koleksi sepatunya Rose yang sumpeee deh banyak banget dan bagus2 pulak. Udah deh, mentang2 adek, maen pake aja semua barang2 kakaknya, gak usah pake izin (nah...ini baru kayak cerita kehidupan pribadi saya.... hehehe....). Konflik meningkat ketika Rose marah sama Maggie yang udah ngeberantakin rumahnya, ngerusakin mobilnya, matahin high heels sepatu Jimmy Choos kesayangannya, dan tidur dengan cowoknya. Udah deh... berantem hebat dan Maggie langsung diusir dari rumah Rose.
Maggie yang gak tau harus kemana, akhirnya mutusin ke rumah neneknya di Florida (nemu alamatnya juga gak sengaja). Neneknya, meski gak pernah ketemu jelas seneng banget. Tapi sempet, gara2 prilaku Maggie yang suka seneng2 dan gayanya sok kaya princess itu bikin neneknya sebel juga. Tapi karena neneknya care sama Maggie, akhirnya dikasih pekerjaan jadi bagian house keeping di kompleks pemukiman para pensiunan (semacam panti jompo cuma kelas elit punya). Dan sejak saat itu, slowly Maggie berubah. Setidaknya dia sadar kalo dia itu harus kerja cari duit sendiri, gak cuma nebeng sama orang lain. Dan, gak hanya diri Maggie yang berubah tetapi perubahannya ini ternyata juga membawa perubahan bagi lingkungannya yang notabene kakek-nenek semua menjadi lebih dinamis dan feel younger (nah...disini sisi lucunya keluar).
Semenjak kepergian Maggie yang tidak diketahui entah kemana, Rose merasa sangat kehilangan. Karena betapa pun sifat dan prilaku Maggie seperti itu, Maggie adalah adik dan teman terdekatnya yang selalu menjadi tempat curhat. Rose bingung banget, apalagi kebingungan itu sampe diketahui oleh Simon Stein, tunangan Rose yang didapat melalui proses kilat selama Maggie pergi. Simon pikir Rose menyembunyikan sesuatu terhadapnya padahal sebentar lagi dia bakalan jadi misuanya. Rose sendiri takut ngasih tau ke Simon perihal adiknya, takut Simon malah benci sama Maggie.
Berkat neneknya, Rose akhirnya diundang juga ke Florida dan jelas ini membuat Maggie kaget dan tambah kaget ketika tau Rose tunangan tanpa sepengetahuannya. Akhirnya perselisihan antara Rose dan Maggie juga membaik, ya... namanya juga kakak adek. Sampe akhirnya Maggie ngebacain puisi yang indah banget dari EE Cummings tentang arti hubungan pertemanan di acara seremoni pernikahannya Rose. Simpel stori but deeply amazing 4 me. Mengingatkan hubungan saya dengan kakak dan adek2 yang sangat dekat sekali. Kita sering berantem tapi selalu balik akur, like my mommy always said .... hubungan kakak adik sedarah selamanya tak akan terpisahkan.
Tapi soal judulnya In Her Shoes saya gak tau artinya. Menurut misua saya sih maksud judulnya seperti ada sebuah kerikil di sepatu yang seringkali membuat kita kesal, maksudnya ya si Maggie itu terhadap kehidupannya si Rose, and bla...bla...bla.. (lupa apa katanya lagi...). Tapi yang pasti di film tersebut sepatunya si Rose yang bejibun itu bagusnya ampun deh.... i wish punya setengah dari koleksinya itu (bisa bangkrut deh misua :-P).

| |