Hampir sebulan sekali atau bahkan dua kali, biasanya di minggu awal setiap bulannya, di Shiyakusho-mae alias balai kota Kyoto selalu diselenggarakan bazaar murah. Barang-barang yang dijual seperti pakaian, sepatu, boneka, sampai peralatan rumah tangga semuanya dengan harga yang sangat murah. Barang-barang yang dijual pun kebanyakan dalam kondisi yang masih sangat bagus. Terkadang kalau kita pintar memilih, tidak ada orang yang tau kalo itu adalah barang bekas/seken.
Saya termasuk pengunjung setia bazaar ini meski setiap datang gak harus membeli sesuatu. Orang jepang itu adalah orang yang konsumtif. Mereka banyak sekali membeli barang yang kemudian jika sudah tidak ngetrend atau muncul lagi produk baru, yang lama pasti dijual dengan harga super miring, gak tanggung-tanggung. Saya pernah membeli boneka elektrik Pooh yang masih dalam kondisi baik sekali lengkap dengan baterainya, hanya dijual seharga 30 yen saja atau sekitar 2400 rupiah saja. Bayangkan saja, itu harga barunya di toko bisa mencapai 3000-4000 yen. Beruntung banget saya. Bahkan saya pernah membeli mainan anak laki-laki saya seperti boneka ultraman, robot-robotan dengan material plastik keras yang mahal haya dengan 100 yen perbuahnya, bahkan saya membeli 7 buah dihargai dengan 500 yen saja. Padahal kalau harga barunya saja perbuah bisa mencapai ribuan yen. OOO.... betapa beruntungnya saya

Kata suami saya, bazaar seperti ini merupakan mekanisme pasarnya orang jepun untuk tetap menstabilkan perekonomian mereka. Mereka membuang produk lama dan terus membeli produk baru, perekonomian tetap jalan karena demand dan supply terus berjalan dan tidak tersendat. Hebat yah... Kalo untuk keluarga saya yang penghasilannya rata-rata, bazaar seperti ini sangat bagus sekali. Memiliki barang bagus dengan harga miring meski itu produk lama :-)